Berita

MAN 7 Jakarta Sambut Tahun Baru Islam 1448 H melalui Pembiasaan Pagi

Kamis, 18 Juni 2026
Dibaca 143 kali
blog

MAN 7 Jakarta menyambut Tahun Baru Islam 1448 H melalui pembiasaan pagi pada hari Kamis, (18/6/2026) di halaman madrasah.

Jakarta, (Humas MAN 7 Jakarta) - MAN 7 Jakarta menggelar kegiatan pembiasaan pagi pada Kamis, (18/6/2026), di halaman madrasah. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI ini menghadirkan Saat Syafaat sebagai penceramah. Materi yang disampaikan berfokus pada makna Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H serta keutamaan bulan Muharram dalam kehidupan umat Islam.

 

Saat Syafaat menjelaskan bahwa kalender Hijriah dimulai pada bulan Muharram, meskipun peristiwa hijrah Rasulullah SAW terjadi pada bulan Rabiul Awal. Penetapan Muharram sebagai awal tahun Hijriah dilakukan karena bulan tersebut memiliki keistimewaan yang besar dalam Islam dan menjadi momentum yang tepat untuk memulai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

 

“Kalender Hijriah dimulai pada bulan Muharram karena bulan ini merupakan bulan yang diistimewakan oleh Allah SWT. Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan suci yang dimuliakan Allah, yaitu Muharram, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kezaliman,” jelas Saat Syafaat.

 

Ia juga menyampaikan bahwa bulan Muharram dikenal sebagai Syahrullah atau Bulan Allah. Oleh karena itu, Muharram menjadi waktu yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan menjalankan berbagai amalan kebaikan lainnya.

 

Lebih lanjut, Saat Syafaat menjelaskan keutamaan Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa sunnah tersebut memiliki keutamaan besar, yaitu menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu. Hari Asyura juga menjadi hari bersejarah ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Firaun.

 

Selain itu, bulan Muharram menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah para nabi. Di antaranya diterimanya tobat Nabi Adam AS, diselamatkannya Nabi Nuh AS dari banjir besar, diselamatkannya Nabi Ibrahim AS dari kobaran api, serta menjadi momentum yang dikaitkan dengan hijrah Nabi Muhammad SAW yang kemudian menjadi dasar penetapan kalender Hijriah.

 

Kegiatan pembiasaan pagi berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan ini, MAN 7 Jakarta mendukung program Kementerian Agama RI dalam penguatan pendidikan karakter, pembiasaan nilai-nilai keagamaan, dan peningkatan spiritualitas peserta didik. Diharapkan momentum Tahun Baru Islam 1448 H dapat menjadi sarana muhasabah diri serta mendorong seluruh siswa untuk terus meningkatkan iman, takwa, dan prestasi dalam kehidupan sehari-hari.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor