Berita

Doa Kebangsaan di Monas, Umat Hindu Titip Harapan untuk Kerukunan Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2026
Dibaca 11 kali
blog

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Semangat kebersamaan lintas agama mewarnai kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama RI di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu malam (2/8/2026). Di tengah rangkaian doa yang didominasi ritual umat Islam, umat Hindu turut hadir dan memanjatkan doa bagi kedamaian serta kemajuan Indonesia.

 

Salah satunya Diva, umat Hindu dari Pura Mustika Dharma, Cijantung, Jakarta Timur. Ia mengikuti kegiatan bersama sejumlah rekannya sejak pukul 17.00 hingga 21.30 WIB. Dengan khusyuk, Diva mengikuti rangkaian kegiatan dan berdoa sesuai keyakinannya kepada Sang Hyang Widhi Wasa.

 

Diva mengaku bersyukur dapat hadir bersama tokoh agama dan umat dari berbagai latar belakang dalam kegiatan yang digelar untuk menyambut bulan kemerdekaan dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

 

“Senang sekali bisa mengikuti kegiatan zikir dan doa kebangsaan bersama para tokoh agama dan umat dari berbagai agama malam hari ini,” ujar Diva.

 

Dalam doanya, Diva menitipkan harapan agar Indonesia senantiasa dianugerahi kemakmuran dan kedamaian serta dipimpin oleh para pemimpin yang adil. Ia juga berharap keberagaman agama dan suku yang menjadi kekuatan bangsa dapat terus dirawat.

 

Di sela-sela munajat para tokoh agama, Diva turut memanjatkan doa agar keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia semakin kuat.

 

“Kami percaya, tantangan sosial ke depan hanya bisa dihadapi jika kerukunan antarsuku dan agama tetap terjaga dengan baik,” katanya.

 

Menurut Diva, kehadiran umat Hindu dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dalam keberagaman. Meskipun rangkaian acara banyak diisi dengan ritual keagamaan Islam, ia tetap dapat mengikuti kegiatan dalam suasana penuh penghormatan dan kebersamaan.

 

Bagi Diva, nilai-nilai kerukunan tersebut sejalan dengan ajaran Hindu yang mengajarkan penghormatan terhadap sesama dan pentingnya hidup berdampingan secara damai. Ia menyebut prinsip Tat Tvam Asi dan Vasudhaiva Kutumbakam sebagai nilai yang mengajarkan pentingnya melihat sesama sebagai bagian dari kehidupan bersama.

 

Nilai tersebut, menurutnya, juga selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi kehidupan bangsa Indonesia. Perbedaan keyakinan tidak semestinya menjadi penghalang untuk saling menghormati, menjaga persatuan, dan membangun kehidupan yang harmonis.

 

Diva menilai ruang-ruang kebersamaan lintas agama seperti Zikir dan Doa Kebangsaan penting untuk terus dihadirkan. Menurutnya, perjumpaan antarelemen masyarakat dapat memperkuat rasa persaudaraan sekaligus membangun kepercayaan di tengah keberagaman.

 

Ia berharap nilai toleransi dan kerukunan yang terus didorong Kementerian Agama dapat menjadi modal sosial dalam pembangunan nasional.

 

“Harapan saya, semoga Indonesia terus damai, dalam situasi kondisi yang sekarang ini,” ujar Diva.

 

Kehadiran umat dari berbagai agama dalam Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan bersama. Perbedaan tata cara ibadah tidak menghalangi masyarakat untuk menyatukan doa dan harapan bagi Indonesia yang damai, rukun, maju, dan sejahtera.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor