Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) --- Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kankemenag Kota Jakarta Utara, Sutikno, menyampaikan sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan pada Senin (20/7/2026).
Menurutnya, ada pendekatan selain pendekatan Intelijen yang dimunculkan oleh suatu lembaga yang bernama CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) yaitu pendekatan sosial emosional.
Sutikno menjelaskan bahwa ada 5 hal dari penerapan pendekatan sosial emosional yang tidak hanya berdampak pada masa-masa di sekolah, tetapi juga menjadi bekal bagi kehidupan individu di masa depan.
Hal pertama yang ditekankan Sutikno adalah kemampuan kesadaran diri atau self-awareness. "Kalau diri kita sadar, kita akan tahu pada siapa kita bekerja, apa yang harus kita lakukan. Itu yang pertama," ujarnya.
Selanjutnya hal kedua yang disampaikan oleh Sutikno adalah berfokus kepada kemampuan untuk memanage diri, yaitu self-management.
"Yang ketiga adalah social awareness. Aware kepada lingkungan kita di mana kita berada. Terutama kita sebagai ASN Kementerian Agama, biasanya kalau yang beragama Muslim itu hablun minannas," tutur Sutikno.
Lebih lanjut Sutikno menyampaikan hal keempat yaitu collaborative. Menurutnya, kolaborasi bisa dengan siapapun, berangkat dari kemampuan apapun yang kita miliki, dan bekerja sama atau berkolaborasi dengan orang lain.
"Yang terakhir, adalah responsible decision making, atau pengambilan keputusan yang bisa dipertanggungjawabkan. Siapa saja bisa mengambil keputusan, tapi keputusan yang bisa dipertanggungjawabkan itu sulit dikakukan," pungkas Sutikno.