Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, mengapresiasi kreativitas dan dedikasi guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Jakarta yang berhasil menghasilkan karya literasi dalam bentuk buku kumpulan cerita pendek.
Apresiasi tersebut disampaikan Mawardi saat menerima audiensi jajaran dewan guru MIN 5 Jakarta di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026). Dalam pertemuan itu, para guru mempresentasikan karya literasi sekaligus menyerahkan buku yang telah berhasil diterbitkan dalam bentuk cetak.
Buku tersebut memuat kumpulan cerita pendek yang mengangkat berbagai dinamika kehidupan sehari-hari. Karya itu menjadi salah satu bentuk nyata komitmen para guru dalam mengembangkan budaya literasi sekaligus membangun kebiasaan menulis di lingkungan madrasah.
“Saya sangat bangga dengan apa yang telah dibuat oleh Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Mawardi.
Menurutnya, kreativitas para guru MIN 5 Jakarta dalam menghasilkan karya tulis merupakan langkah positif dalam membangun ekosistem literasi di madrasah. Kebiasaan menulis, kata Mawardi, perlu terus ditumbuhkan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi pendidik sekaligus upaya memberikan teladan kepada peserta didik.
“Apa yang dilakukan oleh para guru MIN 5, di mana semuanya telah bisa menyusun karya cerita pendek, ini merupakan bagian dari upaya untuk pembiasaan menulis yang bermula dari madrasah,” tambahnya.
Mawardi berharap karya tersebut tidak berhenti pada satu buku. Ia mendorong para guru untuk terus mengembangkan kemampuan menulis dan menghasilkan karya-karya baru yang semakin berkualitas serta memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.
“Semoga akan terbit buku-buku berikutnya. Tulisan mendatang jauh lebih baik lagi dan lebih komprehensif, sehingga menjadi bagian dari literasi untuk mencerdaskan anak bangsa,” harapnya.
Lebih lanjut, Mawardi menilai penerbitan buku tersebut memiliki nilai penting sebagai warisan intelektual para pendidik. Karya yang terdokumentasi dalam bentuk buku dapat menjadi rekam jejak sekaligus sumber inspirasi bagi generasi berikutnya.
“Dan itu juga merupakan legacy buat para guru dengan karya-karyanya yang sangat luar biasa, sehingga bisa menjadi bahan penyemangat bagi generasi yang akan datang,” pungkas Mawardi.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi para pendidik untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam penguatan budaya literasi.