Jakarta (Humas MAN 22 Jakarta) — MAN 22 Jakarta kembali melaksanakan kajian kitab kuning rutin yang digelar setiap Kamis di lingkungan madrasah, Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Mudir Asrama MAN 22 Jakarta, Sugiana Zein, dengan membahas Kitab Adabuddin Waddunya pada Bab II Fi Adabil Ilmi yang mengangkat tema tentang pentingnya menjaga kehormatan dan amanah bagi orang yang berilmu.
Kajian ini menjadi bagian dari program pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi para siswa. Melalui pembelajaran kitab kuning, madrasah berupaya menanamkan pemahaman bahwa ilmu tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan, tetapi juga harus melahirkan akhlak mulia dan tanggung jawab moral dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Sugiana Zein menegaskan bahwa ilmu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Menurutnya, ilmu menjadi pedoman agar seseorang mampu menjaga akhlak, sikap, dan perilakunya di tengah masyarakat.
“Orang yang berilmu akan lebih mampu membedakan antara yang baik dan buruk serta memiliki pegangan dalam menjalani kehidupan. Karena itu, menuntut ilmu harus disertai dengan niat yang baik dan kesungguhan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Allah SWT akan memberikan keberkahan dan menjamin rezeki bagi orang-orang yang terus belajar, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, serta mengamalkan ilmu yang dimilikinya.
“Ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya dalam kehidupan. Jangan sampai ilmu hanya dihafal, tetapi tidak diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” tambahnya.
Selain itu, Sugiana mengingatkan bahwa bertambahnya ilmu seharusnya membuat seseorang semakin dekat dan takut kepada Allah SWT. Menurutnya, ilmu yang tidak menghadirkan ketakwaan belum memberikan manfaat yang sesungguhnya.
“Semakin tinggi ilmu seseorang, maka seharusnya semakin tinggi pula rasa takut dan tawadhu kepada Allah SWT. Inilah hakikat ilmu yang membawa keberkahan,” jelasnya.
Para siswa mengikuti kajian dengan antusias dan penuh perhatian. Suasana berlangsung interaktif ketika peserta diberikan kesempatan menyampaikan pendapat serta mengajukan pertanyaan terkait materi yang dibahas. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembinaan adab dan penguatan karakter santri di lingkungan MAN 22 Jakarta.
Sebagai penutup, panitia mengadakan kuis interaktif dengan memberikan tantangan kepada siswa untuk menyampaikan kesimpulan materi kajian yang telah dipelajari. Para peserta tampak bersemangat mengikuti sesi tersebut sebagai bentuk evaluasi pemahaman terhadap isi kitab.
Melalui kajian kitab kuning rutin ini, MAN 22 Jakarta terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kecintaan terhadap ilmu, serta mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.