Jakarta (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) -- Menjelang berakhirnya tahun Hijriah, Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menggelar kegiatan Kultum Rutin yang berlangsung di Kantor Perwakilan Kemenag Kepulauan Seribu, pada Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri ASN dan pegawai di lingkungan Kemenag Kepulauan Seribu tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Seribu, Nasruddin. Sementara tausiah kultum disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kepulauan Seribu Selatan, Hilmani, dengan tema "Renungan Akhir Tahun Hijriah: Saatnya Bermuhasabah atau Introspeksi Diri".
Dalam tausiahnya, Hilmani mengajak seluruh peserta menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana evaluasi diri atas perjalanan kehidupan, ibadah, dan pengabdian yang telah dilakukan selama setahun terakhir.
Menurutnya, muhasabah merupakan amalan penting yang harus dilakukan setiap muslim agar senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah SWT. Muhasabah tidak hanya dilakukan setelah berbuat, tetapi juga sebelum dan saat melakukan suatu amalan.
Pada poin pertama, Hilmani menjelaskan pentingnya muhasabah sebelum berbuat. Setiap muslim hendaknya bertanya kepada dirinya sebelum berbicara, bertindak, maupun mengambil keputusan.
"Sebelum melakukan sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri, apakah perbuatan ini diridhai Allah dan apakah akan mendekatkan kita kepada surga atau justru mengantarkan kepada penyesalan," ujarnya.
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 36:
"Wa la taqfu ma laisa laka bihi 'ilm, innas sam'a wal bashara wal fu'ada kullu ulaika kana 'anhu mas'ula".
"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya".
Selanjutnya, pada poin kedua, Hilmani mengingatkan pentingnya muhasabah saat sedang berbuat. Menurutnya, seseorang tidak cukup hanya memulai sebuah kebaikan, tetapi juga harus menjaga niat dan keikhlasan selama amal tersebut berlangsung.
Ia mencontohkan, ketika seseorang memimpin atau mengemban amanah, hendaknya terus bertanya kepada dirinya apakah tugas tersebut masih dijalankan semata-mata karena Allah SWT.
"Muhasabah saat beramal akan menjaga kita tetap istiqamah dan berada di jalan yang lurus hingga akhir," katanya.
Pada poin ketiga, Hilmani menjelaskan tentang muhasabah setelah berbuat, yaitu evaluasi diri setelah melaksanakan suatu amalan. Ia menuturkan bahwa orang-orang saleh tidak pernah sibuk membanggakan amalnya, melainkan justru khawatir jika amal tersebut tidak diterima oleh Allah SWT.
Untuk itu, ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Mu'minun ayat 60:
"Walladzina yu'tuna ma ataw wa qulubuhum wajilatun annahum ila rabbihim raji'un".
"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, sedangkan hati mereka merasa takut karena mereka akan kembali kepada Tuhan mereka".
Mengakhiri tausiahnya, Hilmani mengajak seluruh peserta menjadikan akhir tahun Hijriah sebagai momentum memperbanyak introspeksi diri, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan kualitas ibadah serta pengabdian kepada masyarakat.
"Tahun boleh berganti, tetapi semangat memperbaiki diri tidak boleh berhenti. Muhasabah adalah kunci agar setiap hari kita menjadi pribadi yang lebih baik daripada hari kemarin," pungkasnya.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti rangkaian kultum hingga selesai sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan spiritualitas di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu.