Berita

Penyuluh KUA Kepulauan Seribu Selatan Berikan Penyuluhan Keagamaan di SMPN Satu Atap 01 Pulau Pari

Rabu, 22 April 2026
Dibaca 565 kali
blog

Pulau Pari, Jakarta (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) — Penyuluh Agama Islam KUA Kepulauan Seribu Selatan melanjutkan program pembinaan keagamaan melalui kegiatan penyuluhan di SMPN Satu Atap 01 Pulau Pari, Rabu (22/4/2026).

 

Kegiatan ini mengangkat tema pentingnya berbakti kepada kedua orang tua serta urgensi menuntut ilmu di masa muda. Hadir dalam kegiatan tersebut para penyuluh agama Islam, yakni Kurnain, Irvan Daddy, dan Abdul Rofik.

 

Kedatangan tim penyuluh disambut langsung oleh Kepala Sekolah, Trimo, serta didampingi guru pendidikan agama, Badariyah. Penyuluhan diikuti oleh siswa-siswi kelas VII dan VIII yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

 

Dalam penyampaian materi, para penyuluh menegaskan bahwa berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban utama yang harus dijunjung tinggi oleh setiap anak. Nilai tersebut dinilai sebagai kunci keberkahan hidup sekaligus fondasi pembentukan akhlak mulia.

 

Selain itu, pentingnya menuntut ilmu juga menjadi fokus utama dalam penyuluhan. Irvan Daddy mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, “Thalabul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli muslimin”, yang menegaskan bahwa mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

 

“Menuntut ilmu bukan hanya untuk meraih cita-cita dunia, tetapi juga sebagai jalan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT. Karena itu, gunakan masa muda sebaik mungkin untuk belajar dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

 

Ia juga mengutip pandangan Imam Syafi'i mengenai pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu. Menurutnya, ilmu tidak akan diperoleh tanpa usaha, kesabaran, dan pengorbanan yang konsisten.

 

“Keberhasilan tidak datang secara instan. Dibutuhkan tekad, disiplin, dan kesabaran dalam proses belajar. Siapa yang bersungguh-sungguh, insyaAllah akan mendapatkan hasil terbaik,” tambahnya.

 

Para penyuluh turut mengingatkan bahwa masa muda merupakan waktu terbaik untuk menuntut ilmu sebagai bekal menghadapi masa depan. Siswa didorong untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai positif.

 

“Jangan sia-siakan waktu muda dengan hal yang tidak bermanfaat. Fokuslah pada belajar dan berbuat baik, karena itulah investasi terbesar untuk masa depan kalian,” pesan salah satu penyuluh.

 

Kegiatan berlangsung secara interaktif, di mana para siswa aktif merespons materi yang disampaikan. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan kesadaran siswa terhadap pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sementara itu, Trimo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penyuluhan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa di lingkungan sekolah.

 

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga para siswa semakin termotivasi untuk berbakti kepada orang tua dan giat menuntut ilmu, sehingga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik, menjadi bekal dalam menjalani kehidupan serta mendorong lahirnya generasi muda yang unggul secara intelektual dan spiritual.

 

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor