Jakarta (Humas Pendidikan Madrasah) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Adib mengarahkan seluruh Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-DKI Jakarta untuk memberikan dukungan penuh terhadap persiapan kontingen madrasah pada Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Persiapan tersebut diarahkan tidak hanya untuk mencapai prestasi, tetapi juga memperkuat karakter, kedisiplinan, dan akhlak peserta didik.
Arahan tersebut disampaikan Adib dalam pertemuan bersama para Kepala MTs se-DKI Jakarta menjelang pelaksanaan Jamnas XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2026).
Bagi Adib, Jamnas bukan sekadar kegiatan perkemahan atau pertemuan pramuka penggalang dari berbagai daerah. Di dalamnya terdapat ruang pembelajaran yang dapat membentuk kemandirian, ketangguhan, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, serta kepedulian sosial peserta didik.
Karena itu, ia meminta seluruh kepala madrasah memastikan peserta yang terpilih memperoleh persiapan yang memadai, baik secara fisik, mental maupun kemampuan berorganisasi.
“Jambore Nasional ini adalah panggung besar bagi anak-anak kita. Saya minta seluruh Kepala MTs memberikan dukungan penuh, pastikan fisik dan mental mereka siap. Bawa nama baik madrasah dan DKI Jakarta dengan prestasi serta akhlakul karimah,” ujar Adib.
Lebih dari Sekadar Perkemahan
Jamnas XII menjadi kesempatan bagi peserta didik madrasah untuk belajar dalam suasana yang berbeda dari ruang kelas. Beragam aktivitas kepramukaan mendorong peserta untuk berinteraksi, menyelesaikan tantangan bersama, mengambil keputusan, serta membangun rasa tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan misi pendidikan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada kecakapan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.
Adib berharap para peserta mampu membawa pengalaman selama Jamnas kembali ke lingkungan madrasah dan menjadi teladan bagi teman-temannya. Keikutsertaan mereka diharapkan tidak berhenti pada pencapaian di arena jambore, tetapi menjadi bagian dari proses membentuk generasi muda yang mandiri, tangguh, disiplin, dan berintegritas.
Madrasah Tegas Cegah Vape
Dalam arahannya, Adib juga memberikan perhatian terhadap penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan pelajar. Ia meminta kepala madrasah dan para pembina memperkuat pengawasan serta memastikan lingkungan pendidikan terbebas dari kebiasaan yang berpotensi membahayakan kesehatan peserta didik.
“Saya ingatkan dengan tegas kepada seluruh kepala madrasah dan para pembina, jangan ada toleransi untuk penggunaan vape di lingkungan pelajar. Pengawasan harus diperketat, baik di madrasah maupun saat kegiatan luar seperti perkemahan Jamnas nanti,” tegasnya.
Menurut Adib, kegiatan kepramukaan seharusnya menjadi ruang pembentukan kebiasaan positif. Karena itu, peserta perlu dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.
Pesan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam membangun budaya hidup sehat dan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Ciptakan Ruang Pendidikan yang Aman
Selain kesehatan peserta didik, Adib menekankan pentingnya memastikan keamanan dan kenyamanan selama pelaksanaan kegiatan. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam Jamnas XII memperkuat langkah pencegahan terhadap kekerasan seksual maupun berbagai bentuk kekerasan lainnya.
“Madrasah harus menjadi tempat yang paling aman bagi anak-anak kita. Tidak boleh ada tempat untuk bentuk kekerasan seksual sekecil apa pun. Pelaksanaan Jambore Nasional XII ini harus menjadi garda terdepan dalam memotong rantai kekerasan seksual,” ungkap Adib.
Pesan tersebut menegaskan bahwa perlindungan peserta didik merupakan tanggung jawab bersama. Kepala madrasah, pembina, pendamping, guru, dan seluruh unsur yang terlibat harus memahami tugas masing-masing dalam menciptakan ruang kegiatan yang aman, ramah, dan memberikan rasa nyaman kepada anak.
Dengan lingkungan yang aman, peserta didik dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara optimal sekaligus memperoleh pengalaman positif yang mendukung perkembangan karakter mereka.
Menyiapkan Pelopor dari Madrasah
Melalui persiapan Jamnas XII, Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta mendorong agar kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan generasi muda madrasah secara utuh.
Peserta tidak hanya diharapkan mampu mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan, tetapi juga membawa nilai yang lebih besar: disiplin, kemandirian, kepemimpinan, sportivitas, kepedulian, kesehatan, dan akhlakul karimah.
Para peserta juga diharapkan mampu menjadi pelopor di lingkungan masing-masing, termasuk dalam mengampanyekan pola hidup sehat, menjauhi vape, serta memiliki keberanian untuk menjaga diri dan lingkungan dari berbagai bentuk kekerasan.
Dengan dukungan penuh kepala madrasah dan para pembina, kontingen DKI Jakarta diharapkan tampil percaya diri di Buperta Cibubur. Namun, di balik target prestasi, terdapat tujuan yang lebih utama, yakni menghadirkan pengalaman pendidikan yang membentuk generasi muda madrasah agar semakin tangguh menghadapi tantangan zaman.
Jamnas XII menjadi panggung untuk berprestasi, tetapi lebih dari itu, menjadi ruang untuk menempa karakter. Dari madrasah, Kementerian Agama menyiapkan generasi yang sehat, aman, berintegritas, dan siap menjadi pelopor kebaikan bagi bangsa.