Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Timur) --- Kepercayaan masyarakat terhadap madrasah perlu dijaga melalui integritas, kedisiplinan, dan keteladanan seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur Affan Sofwan saat memberikan pembinaan kepada GTK MIN 13 Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Mengangkat tema “Meningkatkan Layanan Pendidikan Menuju Madrasah Unggul, Kompetitif, dan Siap Mendunia”, pembinaan menjadi ruang penguatan komitmen GTK dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.
Menurut Affan, menjadi insan pendidikan membawa tanggung jawab yang melekat, baik ketika berada di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dalam mengajar, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi peserta didik.
“Sebagai seorang guru, tentu diharapkan menjadi guru yang baik dan inovatif. Kita harus menjaga muruah kita sebagai insan pendidikan,” ujar Affan.
Kepercayaan masyarakat kepada madrasah, lanjutnya, tidak terlepas dari harapan agar pendidikan yang diberikan mampu membentuk peserta didik secara utuh. Madrasah tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan karakter, moral, dan nilai-nilai spiritual.
Karena itu, perilaku pendidik menjadi bagian penting dari wajah madrasah. Setiap sikap, tutur kata, dan cara guru berinteraksi dengan peserta didik pada hakikatnya menjadi bagian dari proses pendidikan yang berlangsung setiap hari.
“Akhlak itu tidak cukup hanya diajarkan melalui textbook. Akhlak itu harus ditularkan melalui keteladanan. Bagaimana cara kita bersikap, berperilaku, tutur kata. Ini semua menjadi kurikulum yang nyata bagi mereka untuk ditiru setiap hari,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan keteladanan sebagai salah satu fondasi penting dalam pendidikan madrasah. Nilai-nilai yang diajarkan di ruang kelas akan semakin bermakna ketika peserta didik melihat contoh nyata dari para pendidik dalam kehidupan sehari-hari.
Selain keteladanan, Affan mengingatkan pentingnya kedisiplinan bagi seluruh ASN di lingkungan madrasah. Ia meminta GTK memahami dan menjalankan ketentuan yang berlaku, termasuk aturan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Menurutnya, disiplin tidak sebatas persoalan kehadiran dan kepatuhan terhadap jam kerja. Disiplin merupakan bagian dari tanggung jawab profesional sekaligus cerminan kesungguhan aparatur dalam menjalankan amanah pelayanan pendidikan.
“Pencapaian yang luar biasa ini harus kita imbangi dengan kerja keras kita selaku ASN. Baik itu kepala madrasahnya, gurunya, pelaksananya,” katanya.
Dalam menghadapi perubahan zaman, Affan juga mengajak GTK MIN 13 Jakarta untuk terus terbuka terhadap perkembangan dan tidak berhenti melakukan inovasi. Kemajuan teknologi serta karakter peserta didik yang semakin kritis menuntut pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi dan metode pembelajaran.
Madrasah, menurutnya, memiliki kekuatan yang dapat menjadi pembeda dalam menghadapi perkembangan tersebut, yakni kemampuan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan penguatan iman dan takwa.
“Madrasah harus menjaga keseimbangan antara iptek dan imtak. Kita harus mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan penguatan keimanan,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi arah pengembangan madrasah agar kemajuan teknologi tidak berjalan terpisah dari pembentukan karakter. Peserta didik diharapkan tumbuh sebagai generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memiliki nilai moral dan spiritual yang kuat.
Kepala MIN 13 Jakarta Elvia Luthfiasari menyampaikan bahwa peningkatan prestasi madrasah merupakan hasil kerja bersama seluruh GTK. Capaian yang diraih tidak lahir dari kerja satu pihak, tetapi melalui kolaborasi dan komitmen seluruh unsur madrasah.
Senada dengan itu, Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kota Jakarta Timur Amirullah menekankan bahwa prestasi MIN 13 Jakarta merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur madrasah. Kolaborasi antara pimpinan, pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh warga madrasah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi.
Pembinaan tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan bahwa madrasah unggul dibangun bukan hanya melalui capaian akademik, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia yang berintegritas dan mampu memberikan keteladanan.
Dengan integritas sebagai landasan, kedisiplinan sebagai budaya, inovasi sebagai penggerak, serta iman dan takwa sebagai penguat karakter, GTK MIN 13 Jakarta didorong untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Dari ruang pembinaan, semangat menuju madrasah unggul kembali diteguhkan: menjaga kepercayaan masyarakat, memberikan layanan pendidikan terbaik, dan menyiapkan peserta didik agar mampu menghadapi masa depan dengan ilmu, karakter, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.