Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] — Kemerdekaan bukan sekadar perayaan setiap Agustus. Maknanya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari di meja makan rakyat, ruang kelas, puskesmas dan rumah sakit, hingga dalam harapan setiap keluarga akan masa depan yang lebih baik. Jumat, [14/8/2026].
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan, APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara. APBN merupakan instrumen perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat bangsa, sekaligus mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
Hal itu disampaikan Presiden pada Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN T.A 2027 beserta Nota Keuangannya di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“APBN adalah alat perjuangan kita. APBN adalah instrumen untuk melindungi rakyat, alat untuk memperkuat bangsa, alat untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan dalam mencapai kehidupan yang lebih baik,” kata Presiden.
Karena itu, pengelolaan anggaran harus dilakukan bersama dan dengan penuh disiplin. Pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, pekerja, petani, nelayan, tenaga kesehatan, guru, hingga masyarakat harus memastikan setiap rupiah anggaran memberi manfaat nyata.
“Kita akan melaksanakannya dengan disiplin, tidak boleh ada proyek yang hanya besar pada anggaran tetapi kecil manfaat nyata bagi rakyat,” tegasnya.
Bagi Presiden, keberhasilan APBN bukan hanya soal seberapa besar anggaran dibelanjakan, tetapi seberapa jauh manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Itulah makna APBN sebagai alat perjuangan. Setiap rupiah yang dikumpulkan oleh negara harus kembali menjadi harapan yang nyata bagi rakyat,” kata Prabowo.
Sebab, pada akhirnya, kemerdekaan akan benar-benar bermakna ketika rakyat dapat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.