Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Sejak pagi, suasana di SMPN 231 Jakarta Utara terasa berbeda. Seragam para santri tampak memenuhi halaman sekolah. Ada yang bersiap mengikuti lomba, ada yang mengulang hafalan, sementara sebagian lainnya tampak berlatih sebelum tampil di hadapan dewan juri. Sabtu, (15/8/2026).
Hari itu, lebih dari 500 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Jakarta Utara berkumpul bukan sekadar untuk bertanding. Mereka datang membawa semangat, bakat, dan harapan dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-VII.
"Inilah para santri pesisir Jakarta Utara yang hari ini siap berlomba mengasah bakat dan talenta dalam bidang olahraga dan seni Islam," ujar Ketua DPC FKDT Kota Jakarta Utara, Deden Daenuri.
Sebanyak 15 cabang olahraga dan seni Islam diperlombakan dalam ajang dua tahunan tersebut. Sebagian lomba olahraga, seperti sprint, tenis meja, dan bulu tangkis, telah lebih dahulu digelar di GOR Semper sehari sebelumnya.
Sementara di SMPN 231 Jakarta Utara, para santri berkompetisi dalam futsal, Tahfidz Juz 'Amma, MQK Safinatunnajah, Cerdas Cermat Diniyah, pidato Bahasa Arab dan Indonesia, MTQ, Murottal wal Imla, kaligrafi, puisi Islam, sholawat, hingga adzan.
Namun, Porsadin bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Di balik riuhnya perlombaan, terselip harapan agar para santri memiliki ruang untuk tumbuh, percaya diri, dan menunjukkan bahwa pendidikan diniyah juga mampu melahirkan generasi berprestasi.
Deden mengatakan, pelaksanaan Porsadin di lembaga pendidikan umum juga menjadi bagian dari kolaborasi untuk membuka peluang yang lebih luas bagi masa depan para santri.
"Semoga melalui ajang Porsadin ini, santri MDT bisa melanjutkan pendidikan di sekolah atau madrasah negeri dari jalur prestasi," harapnya.
Dengan mengusung tema “Mengarungi Samudera Prestasi: Dari Jakarta Utara Bersama Santri Madrasah Diniyah Takmiliyah yang Sehat, Kreatif dan Berakhlakul Karimah”, Porsadin ke-VII menjadi lebih dari sekadar arena perlombaan.
Ia menjadi ruang perjumpaan, tempat bakat diasah, persaudaraan diperkuat, dan karakter dibentuk.
Deden pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, mulai dari Wali Kota Jakarta Utara beserta jajaran, Kakankemenag Kota Jakarta Utara, Kasi PD Pontren, Katimker Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Al-Qur'an Bidang PAKIS, Kepala SMPN 231 Jakarta, Ketua DPW FKDT Provinsi, para Ketua DPAC FKDT, para guru MDT, serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan.
Dari Jakarta Utara, para santri itu sedang mengarungi samudera prestasi. Bukan semata untuk mencari juara, tetapi untuk membuktikan bahwa dari ruang-ruang madrasah diniyah, tumbuh generasi yang sehat, kreatif, berprestasi, dan tetap berpegang pada akhlak mulia.