Berita

MIN 13 Jakarta Perkuat Semangat Kerja Tim untuk Hadirkan Layanan Pendidikan Berkualitas

Ahad, 16 Agustus 2026
Dibaca 8 kali
blog

Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Timur) --- Kemajuan madrasah tidak lahir dari kerja satu orang. Di balik layanan pendidikan yang berkualitas terdapat kolaborasi berbagai unsur yang saling melengkapi, mulai dari kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, petugas keamanan, tenaga kebersihan, komite, pengawas, hingga Kementerian Agama.

 

Semangat tersebut mengemuka dalam pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MIN 13 Jakarta bertema “Meningkatkan Layanan Pendidikan Menuju Madrasah Unggul, Kompetitif, dan Siap Mendunia”, Jumat (14/8/2026).

 

Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kota Jakarta Timur Jumanto mengajak seluruh keluarga besar MIN 13 Jakarta memandang madrasah sebagai sebuah tim yang memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Menurutnya, setiap unsur memberikan kontribusi terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang nyaman dan berkualitas.

 

Ia mencontohkan kenyamanan ruang belajar yang dirasakan peserta didik. Ruangan yang bersih dan tertata tidak hanya merupakan hasil kerja guru, tetapi juga tidak terlepas dari peran tenaga kebersihan serta unsur lain yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.

 

“Kadang kala kita enggak sadar bahwa tempat yang nyaman itu ada partisipasi dari pihak lain yang kadang kala kita tidak merasa bahwa itu ada andil dari teamwork tersebut,” ujar Jumanto.

 

Hal serupa berlaku dalam aspek keamanan. Petugas keamanan yang menjaga lingkungan madrasah memiliki peran penting dalam menciptakan rasa aman bagi peserta didik, guru, dan seluruh warga madrasah.

 

Karena itu, Jumanto menekankan pentingnya setiap unsur memahami tugas masing-masing sekaligus menghargai kontribusi pihak lain. Kerja tim yang kuat, menurutnya, tumbuh ketika setiap individu menyadari bahwa keberhasilan lembaga merupakan hasil dari kontribusi bersama.

 

Semangat kerja tim juga perlu diterapkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jumanto mengingatkan bahwa setiap pegawai yang berada di lingkungan madrasah berpotensi menjadi representasi lembaga ketika berinteraksi dengan orang tua peserta didik maupun masyarakat.

 

Ia mencontohkan ketika orang tua datang untuk memperoleh informasi mengenai madrasah. Informasi yang disampaikan harus berdasarkan data dan kebijakan yang benar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

 

“Ketika Bapak, Ibu enggak mengetahui duduk persoalannya, jangan ngasal jawabnya,” tegasnya.

 

Menurut Jumanto, seluruh unsur madrasah perlu memahami informasi penting yang berkaitan dengan kebijakan dan layanan pendidikan. Dengan pemahaman yang sama, masyarakat akan memperoleh informasi yang jelas, tepat, dan sesuai dengan kebijakan pimpinan.

 

Pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga oleh cara setiap unsur madrasah berkomunikasi dan merespons kebutuhan masyarakat. Dalam konteks inilah, kerja tim menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap madrasah.

 

Pesan tersebut sejalan dengan arahan Kepala Kankemenag Kota Jakarta Timur Affan Sofwan. Ia menegaskan bahwa kemajuan madrasah tidak dapat dibangun secara individual, melainkan membutuhkan soliditas seluruh unsur.

 

“Kualitas dan kemajuan madrasah tidak hanya ditentukan oleh faktor kehebatan individu, tetapi harus dengan soliditas dan kerja sama tim yang baik,” kata Affan.

 

Menurutnya, keberhasilan madrasah merupakan hasil dari berbagai peran yang bergerak menuju tujuan yang sama. Kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, pengawas, komite, dan seluruh pihak terkait perlu saling mendukung untuk memastikan program madrasah berjalan secara optimal.

 

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kota Jakarta Timur Amirullah menegaskan bahwa capaian prestasi MIN 13 Jakarta juga merupakan hasil kerja kolektif. Prestasi yang diraih tidak dapat dilepaskan dari kontribusi seluruh GTK dan warga madrasah.

 

“MIN 13 meraih prestasi pada hari ini bukan karena Bu Kamat juga, tapi kita semua menjadi satu tim,” ujarnya.

 

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap capaian yang diraih madrasah memiliki cerita tentang kerja bersama. Ada guru yang mendampingi peserta didik, tenaga kependidikan yang memastikan administrasi berjalan, petugas yang menjaga keamanan dan kebersihan, pimpinan yang mengarahkan program, serta berbagai pihak yang memberikan dukungan dari belakang layar.

 

Dengan jumlah 494 peserta didik dan capaian prestasi yang terus berkembang, penguatan kerja tim menjadi modal penting bagi MIN 13 Jakarta dalam melangkah ke depan.

 

Bagi madrasah, menjadi unggul bukan hanya tentang siapa yang paling menonjol, tetapi tentang bagaimana seluruh unsur mampu bergerak dalam satu irama. Ketika setiap peran dihargai, komunikasi diperkuat, dan seluruh potensi disatukan, layanan pendidikan pun memiliki fondasi yang semakin kokoh.

 

Dari MIN 13 Jakarta, semangat itu kembali diteguhkan: madrasah maju karena kerja bersama, layanan berkualitas karena kolaborasi, dan prestasi tumbuh dari tim yang solid.

 

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor