Berita

Buka Porsadin ke-VII, Kakankemenag: Tunjukkan Bakat, Sportivitas, dan Akhlak

Sabtu, 15 Agustus 2026
Dibaca 10 kali
blog

Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Suara gong menggema di halaman SMPN 231 Jakarta Utara, Sabtu (15/8/2026). Bukan sekadar tanda dimulainya sebuah perlombaan, tetapi menjadi penanda dimulainya perjalanan ratusan santri untuk menunjukkan bakat, semangat, dan kemampuan terbaik mereka.

 

Lebih dari 500 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Jakarta Utara ambil bagian dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-VII Tahun 2026. Mereka datang bukan hanya untuk mengejar kemenangan, tetapi juga membawa semangat untuk belajar, berkompetisi, dan membangun persaudaraan.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, secara resmi membuka ajang tersebut dengan menabuh gong sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian perlombaan.

 

Dalam sambutannya, Mawardi mengingatkan para santri agar menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk belajar menjadi pribadi yang sportif dan berakhlak. "Agar para santri tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan akhlak mulia," pesan Mawardi.

 

Bagi Mawardi, Porsadin bukan sekadar panggung untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang bagi para santri MDT untuk menemukan, mengasah, dan mengembangkan bakat mereka, baik di bidang olahraga maupun seni Islam.

 

Dari arena pertandingan, bakat-bakat muda Jakarta Utara diharapkan terus tumbuh menjadi prestasi. Sebab di balik setiap perlombaan, ada proses pembentukan karakter, keberanian untuk tampil, serta pengalaman menerima kemenangan dan kekalahan dengan lapang dada.

 

Mawardi pun mendorong agar Porsadin menjadi bagian dari upaya mencetak generasi santri yang unggul dan berprestasi dari Jakarta Utara. "Melalui Porsadin ke-VII, kita tunjukkan para santri pesisir yang sehat, kreatif, berkarakter, dan berakhlak karimah," sambungnya.

 

Hari itu, gong telah dipukul. Perlombaan pun dimulai. Namun, kemenangan sejati bukan semata tentang siapa yang berdiri di podium paling tinggi. Ada nilai sportivitas, kejujuran, kreativitas, dan akhlak yang jauh lebih penting untuk dibawa pulang oleh setiap santri.

 

Dari Jakarta Utara, para santri kembali menunjukkan bahwa prestasi dan akhlak dapat tumbuh bersama—menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh, bukan hanya sebagai juara di arena, tetapi juga sebagai generasi penerus yang berkarakter.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor