Berita

Dari 26 Menjadi 219, MIN 13 Jakarta Terus Berprestasi

Ahad, 16 Agustus 2026
Dibaca 10 kali
blog

Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Timur) --- Dari 26 menjadi 219 prestasi. Angka tersebut menggambarkan perkembangan capaian MIN 13 Jakarta dalam beberapa periode terakhir sekaligus menjadi penanda meningkatnya semangat madrasah dalam mengembangkan potensi peserta didik.

 

Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MIN 13 Jakarta yang dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur Affan Sofwan, Kasubbag Tata Usaha Amirullah, dan Kasi Pendidikan Madrasah Jumanto, Jumat (14/8/2026), di ruang rapat MIN 13 Jakarta.

 

Kepala MIN 13 Jakarta Elvia Luthfiasari menyampaikan, peningkatan capaian prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama antara GTK dan peserta didik. Prestasi yang diraih mencakup berbagai bidang dan menjadi bagian dari proses pengembangan potensi warga madrasah.

 

“Prestasi kita melonjak menjadi 219 prestasi. Alhamdulillah sangat signifikan, tapi tentunya tidak bisa membuat kita berbangga hati karena masih banyak yang lebih baik lagi di atas kita,” ujar Elvia.

 

Peningkatan tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan MIN 13 Jakarta dalam memperkuat budaya berprestasi. Bagi madrasah, capaian bukan sekadar angka, tetapi juga hasil dari proses pembinaan yang membutuhkan konsistensi, kerja sama, dan dukungan dari berbagai pihak.

 

Di tingkat Provinsi DKI Jakarta, MIN 13 Jakarta juga mencatat capaian pada sejumlah bidang. Madrasah tersebut menempati peringkat kelima se-DKI Jakarta dalam bidang keagamaan, sementara pada capaian nonakademik berada di peringkat kesembilan.

 

Pada hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), MIN 13 Jakarta berada di peringkat ke-47 dari 478 madrasah ibtidaiyah di Jakarta. Posisi tersebut menempatkan MIN 13 dalam jajaran 50 besar, sekaligus menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan mutu pembelajaran.

 

Elvia menegaskan, capaian tersebut belum menjadi alasan untuk berhenti berbenah. Madrasah masih memiliki sejumlah tantangan yang perlu ditangani secara bersama, baik dalam penguatan pembelajaran, pengembangan potensi peserta didik, maupun pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana.

 

Saat ini, MIN 13 Jakarta memiliki 494 peserta didik yang terbagi dalam 18 rombongan belajar. Dari sisi GTK, terdapat 29 guru yang terdiri atas 25 ASN, dua Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dan dua UMP.

 

Sementara itu, tenaga kependidikan terdiri atas tiga ASN, tiga P3K, dua P3K paruh waktu, dan satu UMP. Komposisi tersebut menjadi bagian dari dinamika pengelolaan madrasah dalam memberikan layanan pendidikan kepada ratusan peserta didik.

 

Keterbatasan ruang kelas juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi. Kondisi tersebut membuat sebagian peserta didik harus mengikuti pembelajaran secara bergantian. Situasi ini menjadi perhatian dalam upaya pengembangan sarana dan prasarana madrasah agar proses pembelajaran dapat berlangsung semakin optimal.

 

Dalam pembinaan GTK, Kepala Kankemenag Kota Jakarta Timur Affan Sofwan menekankan pentingnya soliditas seluruh unsur madrasah dalam mempertahankan dan meningkatkan capaian prestasi.

 

“Semua harus seiring sejalan dan saling mendukung: kepala madrasah, guru-guru, pengawas, komite, hingga pelaksana,” tegasnya.

 

Menurut Affan, prestasi madrasah perlu ditopang oleh perencanaan yang matang dan pelaksanaan program yang konsisten. Setiap program yang telah dirancang melalui rapat kerja perlu selaras dengan target dalam kontrak prestasi, sehingga arah pengembangan madrasah dapat terukur.

 

Pengelolaan anggaran juga perlu diarahkan pada program-program prioritas yang memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan dan prestasi peserta didik. Dengan demikian, capaian prestasi tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari sistem pengelolaan madrasah yang terencana.

 

Usai memberikan pembinaan, Affan bersama Kasubbag TU Amirullah meninjau sejumlah bangunan dan fasilitas yang ada di lingkungan MIN 13 Jakarta. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pembelajaran.

 

Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap kebutuhan madrasah. Dengan melihat kondisi secara langsung, berbagai tantangan yang dihadapi MIN 13 Jakarta dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya memperkuat kualitas layanan pendidikan.

 

Bagi MIN 13 Jakarta, perjalanan dari 26 menuju 219 prestasi menjadi pijakan untuk terus melangkah. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kerja bersama mampu menghasilkan perkembangan yang berarti, sekaligus mengingatkan bahwa mempertahankan dan meningkatkan prestasi membutuhkan konsistensi.

 

Affan berharap prestasi yang telah diraih menjadi energi untuk menghadapi tantangan berikutnya, “Semakin besar tantangannya, insyaallah hasil yang kita capai juga akan semakin baik,” ujarnya.

 

Dengan budaya prestasi yang terus tumbuh, penguatan tata kelola, soliditas GTK, serta perhatian terhadap sarana dan prasarana, MIN 13 Jakarta terus didorong untuk berkembang menjadi madrasah yang unggul dan kompetitif.

 

Perjalanan tersebut belum selesai. Dari 219 prestasi yang telah dicapai, terbuka ruang yang lebih luas bagi MIN 13 Jakarta untuk terus belajar, berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan menyiapkan peserta didik menghadapi masa depan dengan kompetensi, karakter, dan nilai-nilai keislaman.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor