Berita

DWP Kankemenag Jakarta Utara Ajak Siswa MTsN 15 Jakarta Cegah Perundungan

Rabu, 12 Agustus 2026
Dibaca 14 kali
blog

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Jakarta Utara menggelar kegiatan DWP Mengajar bertema “Stop Bullying: Belajar, Berteman, Saling Support dan Bahagia” di ruang Multimedia MTsN 15 Jakarta, Jumat (24/7/2026).

 

Kegiatan yang melibatkan Penyuluh Agama Islam tersebut menjadi bagian dari upaya DWP Kankemenag Jakarta Utara dalam mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Edukasi diberikan sebagai respons terhadap pentingnya membangun kesadaran bersama mengenai dampak perundungan di lingkungan madrasah.

 

Ketua DWP Kankemenag Kota Jakarta Utara, Rahmawati, mengatakan lingkungan belajar yang aman merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan peserta didik. Menurutnya, proses pembelajaran akan sulit berjalan optimal apabila siswa masih menghadapi tekanan akibat tindakan perundungan.

 

“Saling mendukung antar teman adalah kunci utama dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia,” ujar Rahmawati.

 

Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk membangun budaya saling menghargai dan menjaga satu sama lain. Menurutnya, pencegahan perundungan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh unsur madrasah, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua.

 

Rahmawati juga berharap kegiatan DWP Mengajar dapat menjadi bagian dari program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. DWP, kata dia, tidak hanya memiliki peran dalam bidang pendidikan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

 

“Bukan hanya di sektor pendidikan saja, semoga DWP bisa lebih berdaya guna di berbagai kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan,” ujarnya.

 

Ia menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mendukung program dan kemajuan Kankemenag Kota Jakarta Utara.

 

“Bersinergi bersama kita bisa,” tegas Rahmawati.

 

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai dampak negatif perundungan serta mengikuti diskusi kelompok dalam suasana interaktif. Siswa juga diajak memahami pentingnya membangun pertemanan yang sehat, saling mendukung, serta berani mengambil sikap ketika melihat atau mengalami tindakan perundungan.

 

Sebagai bagian dari kegiatan, para siswa menyuarakan deklarasi antikekerasan dan menyatakan komitmen untuk saling menjaga serta menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga madrasah.

 

Kepala MTsN 15 Jakarta, Maliyatun, mengapresiasi pelaksanaan program DWP Mengajar di madrasahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan penguatan kepada siswa mengenai pentingnya mencegah perundungan sekaligus membangun budaya positif di lingkungan madrasah.

 

Maliyatun berharap kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi MTsN 15 Jakarta untuk semakin memperkuat komitmen sebagai madrasah ramah anak.

 

Melalui DWP Mengajar, DWP Kankemenag Kota Jakarta Utara terus mendorong kegiatan edukatif yang berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Edukasi antiperundungan diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama sehingga madrasah menjadi ruang yang aman, inklusif, menyenangkan, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor