Berita

Wisuda Tahfidz MTs Al-Khairiyah Koja Angkatan Ke-2, Syiar Islam Dan Pengamalan Nilai Kitab Suci Al-Qur'an

Rabu, 17 Juni 2026
Dibaca 383 kali
blog

Wisuda Tahfidz

Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Madrasah Tsanawiyah Al-Khairiyah Koja sukses menggelar Wisuda Tahfidz Angkatan ke-2 bagi 60 siswa dan siswi belum lama ini. Di acara dua tahunan tersebut, beberapa siswa dan siswi telah menghafal hingga 4 juz Al-Qur'an. Rabu, (17/6/2026).

 

Hal tersebut di atas disampaikan oleh Idham, Kepala Madrasah Tsanawiyah Al-Khairiyah Koja. Idham mengatakan bahwa wisuda tahfidz telah melewati tahapan tasmi' (proses memperdengarkan hafalan Al-Qur'an tanpa melihat mushaf) kepada dewan guru atau penguji, secara terbuka yang dilangsungkan sejak bulan Mei s.d bulan Juni 2026.

 

"Acara ini sebagai puncak dari sidang tasmi' satu bulan sebelumnya," terang Idham kepada tim Humas.

 

Idham menjelaskan, selama tasmi' para siswa memperdengarkan bacaan beserta tajdwid kepada para guru yang dinilai cakap dan mumpuni di bidang tilawah maupun makhorijul huruf Al-Qur'an. Adapun soal metode tahfidz, pihak madrasah melibatkan Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah, Jakarta Islamic Center.

 

Tambah Idham, wisuda tahfidz ini merupakan amanah dari Kasi Penmad yang telah dijalankan pihak madrasah untuk menonjolkan ciri khas madrasah kepada masyarakat. Salah satu upayanya adalah program tahfidz. "Program tahfidz ini kami rasa sesuai dengan kondisi sosial di masyarakat. Pun, sebagai identitas kental madrasah," ujarnya.

 

Selain syiar Islam, digelarnya Wisuda Tahfidz Angkatan Ke-2 di bulan Juni menurut Idham sebagai salah satu bentuk ikhtiar mendukung jalur prestasi non akademik siswa untuk melanjutkan pendidikan formal setelahnya. "Alhamdulillah, antusiasme masyarakat terkait program tahfidz ini sangatlah besar," kata Idham.

 

Idham berharap, para wisudawan dan wisudawati tahfidz MTs Al-Khairiyah dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap ayat yang dihafalnya dan prestasi di bidang ini diakui oleh instansi negara untuk kebaikan di masa depannya.

 

"Tentu saja menjadi bekal utama calon pemimlin bangsa di masa depan yang menghafal, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur'an," pungkas Idham.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor