Jakarta (Matasya MTsN 41) — Siswa MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif Jakarta melaksanakan praktik menanam kangkung dengan metode hidroponik sebagai bagian dari pembelajaran proyek lingkungan hidup dan penguatan karakter peduli alam. Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah ini diikuti dengan antusias oleh para siswa, sekaligus menjadi dukungan nyata terhadap program pendidikan lingkungan yang terus digalakkan Kementerian Agama.
Dalam praktik tersebut, siswa diperkenalkan pada alat dan bahan hidroponik, seperti netpot, rockwool, nutrisi tanaman, serta instalasi sederhana. Guru pembimbing memberikan arahan mengenai tahapan menyiapkan media, merendam benih, hingga menempatkan bibit ke dalam instalasi yang telah disusun. Proses belajar berlangsung interaktif, dengan siswa yang saling bekerja sama memastikan setiap bibit tertanam dengan benar.
Antusiasme siswa tampak ketika mereka mempraktikkan setiap langkah. Selain menanam, mereka juga belajar tentang perawatan tanaman, pentingnya menjaga kebersihan alat, pengaturan cahaya, serta pemberian nutrisi agar tanaman dapat tumbuh optimal. “Seru banget, ternyata menanam itu nggak selalu harus kotor. Tanam kangkung pakai hidroponik lebih rapi dan cepat tumbuh,” ujar salah seorang siswa, menggambarkan pengalaman barunya dalam bercocok tanam.
Guru pembimbing menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan teknologi pertanian modern yang ramah lingkungan. Ia menyampaikan bahwa metode hidroponik menjadi media pembelajaran yang efektif karena mudah diterapkan dan hasilnya dapat diamati dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, praktik langsung seperti ini membuat siswa lebih memahami konsep dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan hidroponik ini, madrasah berharap siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktik serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap tanaman yang mereka rawat. Program ini menjadi bentuk komitmen MTsN 41 dalam mendukung pendidikan lingkungan hidup dan membentuk generasi yang produktif, inovatif, dan peduli alam sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak positif bagi masyarakat.