Jakarta (Humas MAN 9 Jakarta) — Madrasah Aliyah Negeri 9 Jakarta memperingati Hari Guru Nasional melalui kegiatan Lentera yang digelar Selasa (25/11). Kegiatan ini diikuti siswa dan guru sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi pendidik dalam mencerdaskan generasi muda. Peringatan tersebut mencerminkan komitmen madrasah dalam mendukung program pembinaan pendidikan yang dijalankan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, khususnya penguatan karakter dan hubungan harmonis antara guru dan peserta didik.
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang diisi amanat pimpinan madrasah. Dalam sambutannya, Pramesti Indraningsih menyampaikan secara langsung bahwa peringatan Hari Guru merupakan wujud penghormatan atas jasa para pendidik. Ia mengatakan, “Peringatan Hari Guru ini menjadi bentuk penghormatan kepada jasa para pendidik yang telah membagikan ilmu, menanamkan nilai, karakter, dan harapan di setiap langkah kita dalam tugasnya yang mulia.”
Secara tidak langsung, kegiatan Lentera menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan emosional antara guru dan siswa. Berbagai permainan edukatif dan rekreatif seperti Tebak Kata, Scissors Rock Paper dengan variasi, serta Octopus Walk digelar untuk menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Permainan tersebut sekaligus menjadi sarana membangun komunikasi dan kekompakan warga madrasah.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penampilan siswa dari tiap angkatan sebagai ungkapan terima kasih kepada guru. Penampilan tersebut disiapkan secara matang dan mendapat respons positif dari para pendidik. Antusiasme siswa dan keterlibatan guru menunjukkan bahwa kegiatan apresiasi semacam ini mampu menumbuhkan rasa saling menghargai dalam lingkungan pendidikan.
Pelaksanaan peringatan Hari Guru di MAN 9 Jakarta berlangsung tertib dan penuh makna. Secara tidak langsung, kegiatan ini mencerminkan keberhasilan pembinaan satuan pendidikan di bawah Kanwil Kemenag DKI Jakarta dalam menciptakan iklim belajar yang humanis dan berkarakter. Melalui kegiatan Lentera, madrasah diharapkan terus melahirkan generasi yang menghargai peran guru serta menjadikan nilai-nilai keteladanan sebagai bekal bagi kehidupan bermasyarakat.