Berita
Berita

Sarapan di Bawah Langit Pagi: Pelajaran Kebersamaan di Jumat Pertama MIN 17

Jumat, 9 Januari 2026
Dibaca 207 kali
blog

Sarapan di Bawah Langit Pagi: Pelajaran Kebersamaan di Jumat Pertama MIN 17. Jum'at, (9/1/2026).

Jakarta (Humas MIN 17 Kepulauan Seribu) --- Jumat pagi itu menyapa halaman MIN 17 Kepulauan Seribu dengan udara laut yang lembut dan langit yang bersahabat. Jumat pertama di semester genap ini terasa istimewa. Bukan karena seremoni besar, melainkan karena kebersamaan kecil yang tumbuh dari langkah-langkah polos para siswa setelah senam pagi. Jum'at, (9/1/2026). 

 

Dengan seragam hijau-kuning yang cerah, siswa-siswi MIN 17 Kepulauan Seribu berbaris rapi, lalu perlahan membentuk lingkaran besar di ruang terbuka madrasah. Senam telah usai, namun kegiatan belum selesai. Mereka duduk bersisian, membuka bekal sarapan yang dibawa dari rumah, menyatukan pagi dengan rasa syukur.

 

Halaman madrasah yang dikelilingi pepohonan rindang dan semilir angin pantai menjadi saksi kehangatan itu. Tidak ada sekat kelas, tidak ada perbedaan. Yang ada hanya anak-anak dengan bekal sederhana, senyum tulus, dan tawa kecil yang mengalir alami.

 

Koordinator Bidang Kesiswaan MIN 17 Kepulauan Seribu, Sulha, memandang kegiatan ini sebagai pembelajaran kehidupan. Menurutnya, sarapan bersama bukan sekadar mengisi perut, tetapi mengisi jiwa dengan nilai kebersamaan, kepedulian, dan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

 

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa kebersamaan itu menyenangkan. Dari hal sederhana seperti makan bersama, mereka belajar berbagi dan menghargai,” tutur Sulha dengan nada lembut.

 

Di antara lingkaran siswa, guru-guru turut hadir bukan sebagai pengawas semata, melainkan sebagai pendamping. Rumanah dan Lili Kursila duduk bersama anak-anak, menyapa, membantu, dan sesekali tersenyum melihat keceriaan yang tumbuh tanpa dibuat-buat.

 

Namun pagi itu juga menyimpan kisah kecil yang menggetarkan hati. Icha, siswi kelas 4A, sempat tertinggal bekal sarapannya di rumah. Ia harus kembali mengambilnya, menempuh jarak dengan perasaan cemas agar tidak tertinggal momen kebersamaan.

 

Ketika akhirnya Icha kembali dan duduk di lingkaran, tak ada tatapan heran atau ejekan. Yang ia terima justru senyum, ruang kosong yang sengaja disisakan, dan ajakan berbagi dari teman-temannya. Bekalnya sederhana, tetapi pagi itu ia membawa pulang rasa diterima.

 

Jumat pertama di semester genap pun menjadi lebih dari sekadar awal pembelajaran. Di halaman terbuka MIN 17 Kepulauan Seribu, anak-anak belajar bahwa kebersamaan tak selalu lahir dari hal besar, melainkan dari sepiring sarapan, senyum tulus, dan hati yang saling peduli. (j)

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor