Jakarta (Humas MIN 9) — Semangat literasi terus digaungkan oleh keluarga besar MIN 9 Jakarta Selatan. Mengisi masa liburan semester ganjil, salah satu guru MIN 9 Jakarta Selatan, Nuning Setyawati, melaksanakan kunjungan literasi ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Umum (Disarpus) Kabupaten Wonogiri pada Jumat, (2/1/2026), dengan menghibahkan sejumlah karya buku hasil kreativitas guru dan siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Nuning Setyawati menghibahkan 24 eksemplar buku antologi puisi dan pantun berjudul Serumpun Goresan Kamila. Buku tersebut merupakan kumpulan karya siswa MIN 9 Jakarta Selatan tahun 2022–2023 dari kelas 1 hingga kelas 6 yang melibatkan 503 siswa, dengan pendampingan dan kurasi langsung oleh Nuning Setyawati melalui program Guru Motivator Literasi.
Selain karya siswa, Nuning Setyawati juga menyerahkan karya pribadinya berupa buku antologi cerita fiksi Lonceng Petualangan serta antologi puisi Romansa Ramadhan yang ditulis bersama rekan-rekannya. Hibah tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata dalam memperkaya koleksi literasi di daerah.
Buku-buku hibah diterima langsung oleh Kepala Disarpus Kabupaten Wonogiri, Mawan Tri Hananto, didampingi Sekretaris Disarpus, Sigit Prasetyo, bertempat di ruang layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Wonogiri, Komplek GOR Giri Mandala.
Mawan Tri Hananto menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas hibah buku ini. Semoga koleksi yang disumbangkan dapat memperkaya khazanah literasi di Perpustakaan Daerah Wonogiri dan menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya serta mencintai dunia literasi,” ujarnya.
Kepala MIN 9 Jakarta Selatan turut mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh salah satu guru madrasahnya. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi bukti nyata peran guru dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini. “Kami bangga atas dedikasi Ibu Nuning Setyawati yang tidak hanya membimbing siswa berkarya, tetapi juga membawa hasil karya mereka ke ruang publik yang lebih luas,” ungkapnya.
Sementara itu, Nuning Setyawati menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya. “Saya merasa bangga dan terharu. Karya anak-anak MIN 9 Jakarta Selatan kini dapat dibaca oleh masyarakat luas. Semoga hal ini menjadi pemantik semangat bagi siswa untuk terus menulis, berkarya, dan percaya diri dengan potensinya,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari madrasah dasar dan memberikan dampak luas, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga literasi daerah dalam membangun budaya baca dan tulis di Indonesia. (NS)