Jakarta (Humas MIN 17 Kepulauan Seribu) --- Pembagian rapor semester ganjil di MIN 17 Kepulauan Seribu berlangsung pada Jumat,(19/12/2025), mulai pukul 08.00 WIB. Suasana sekolah tampak berbeda dari hari biasa, karena kehadiran para orang tua khususnya para ayah menjadi bagian penting dari momen evaluasi hasil belajar peserta didik.
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang-ruang kelas MIN 17 Kepulauan Seribu sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Agama Republik Indonesia terkait Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR). Program tersebut bertujuan mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan anak sejak usia dini hingga pendidikan menengah.
Kepala MIN 17 Kepulauan Seribu, Bahtiaroni, menyampaikan bahwa pembagian rapor bukan sekadar seremonial akademik, melainkan sarana memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua. Menurutnya, kehadiran ayah dalam pengambilan rapor memberi dampak positif terhadap motivasi belajar anak serta menunjukkan dukungan keluarga terhadap pendidikan.
Proses pembagian rapor dilakukan langsung oleh para wali kelas dengan pendekatan dialogis. Wali Kelas 4A, Rumanah, Wali Kelas 6A, Sulha, serta Wali Kelas 6B, Jihadi, secara bergantian menjelaskan capaian akademik, perkembangan sikap, serta catatan penting yang perlu mendapat perhatian orang tua di rumah.
Salah satu wali murid yang hadir adalah Mulyanto, ayah dari Tri Anggika, siswi kelas 6B. Ia mengaku senang dapat terlibat langsung dalam pengambilan rapor anaknya. Menurutnya, kesempatan ini membuatnya lebih memahami perkembangan belajar putrinya sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama keluarga.
Kegiatan pembagian rapor berlangsung tertib dan penuh keakraban. Para orang tua tampak antusias berdiskusi dengan wali kelas, sementara siswa menunggu dengan harap-harap cemas hasil belajar yang telah mereka capai selama satu semester terakhir.
Melalui kegiatan ini, MIN 17 Kepulauan Seribu berharap sinergi antara sekolah dan orang tua semakin kuat. Sekolah menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan peran keluarga, khususnya ayah, sebagai mitra strategis dalam membentuk karakter dan prestasi peserta didik. (j)