Berita
Natal 2025

Refleksi Natal 2025, Menag Dan Pemprov Jakarta Ingatkan Peran Sentral Keluarga

Jumat, 9 Januari 2026
Dibaca 58 kali
blog

Jakarta (Humas Kemenag DKI) --- Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota DPRD, direksi BUMD, hingga elemen masyarakat mengikuti perayaan "Aktualisasi Nilai-nilai Natal 2025" yang digelar Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

 

Acara yang mengangkat tema "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga" dengan sub-tema "Keluarga yang Menjadi Teladan Persatuan" ini menghadirkan ragam kostum dan tarian khas Nusantara dari Sabang hingga Merauke. Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, yang hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur, menegaskan bahwa perayaan ini adalah cerminan wajah Jakarta sebagai "miniatur Indonesia". 

 

Menurut Menag, di kota inilah semua identitas bertemu, perbedaan berjumpa, dan kerukunan menjadi sebuah keniscayaan sejarah.

 

Gubernur Pramono Anung dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya atas suasana Natal di Jakarta yang berlangsung penuh persatuan dan gotong royong. Ia secara khusus menyoroti kesuksesan Christmas Carol Colossal dan Jakarta Light Festival yang menjadi ikon baru sukacita warga kota menyambut tahun 2026. 

 

Pramono juga mengapresiasi dukungan penuh Kementerian Agama yang terus bergandengan tangan dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan suasana damai. "Keluarga adalah inti dari bagaimana negara dan bangsa ini dibangun. Di tengah hiruk-pikuk kota yang beragam, keluargalah yang membentuk karakter kita," ujar Pramono.

 

Senada dengan Gubernur, Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya institusi keluarga sebagai madrasah pertama dan fondasi kehidupan berbangsa. Menag mengajak umat untuk menjadikan Natal sebagai momen hening untuk merefleksi diri dan melihat kembali ke dalam keluarga. 

 

"Di tengah dunia yang penuh kebencian, Tuhan tidak pernah jauh dari manusia. Sukacita Natal telah membuat kita lebih peka, peduli, dan berani merangkul mereka yang terpinggirkan," tutur Menag.

 

Menag juga memaparkan capaian strategis kerukunan di Indonesia. Ia menyebut bahwa tahun 2025 mencatatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tertinggi semenjak Indonesia merdeka. Tren positif ini, menurut Menag, harus dijaga melalui program penguatan kerukunan, rumah ibadah yang ramah dan inklusif, serta pembinaan keluarga berbasis nilai agama. 

 

Apresiasi diberikan Menag atas inisiatif kegiatan selama rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di Jakarta, yang dinilainya sebagai praktik nyata menuju kota global yang mendunia.

 

Dalam pesan kebangsaannya yang mendalam, Menag menegaskan filosofi kehadiran negara dalam kehidupan beragama. "Negara hadir bukan untuk mencampuradukkan iman, tapi menjaga ruang damai agar cinta bisa tumbuh di tengah manusia. Toleransi mengajarkan kita untuk tetap bisa hidup rukun dan damai berdampingan," tegas Menag yang disambut tepuk tangan riuh hadirin.



Malam itu juga diwarnai dengan aksi sosial konkret. Gubernur dan Menag menyerahkan Tali Kasih Natal kepada lima yayasan sosial, masing-masing senilai Rp25 juta. Kelima yayasan yang mendapatkan Tali Kasih tersebut diantaranya:

 

1. Yayasan Rumah Piatu Muslimin, Jakarta Pusat

2. Yayasan Tangan Pengharapan, Jakarta Utara

3. Yayasan Stefanie Cahaya Kasih, Jakarta Barat

4. Panti Asuhan Pondok Siboncel, Jakarta Selatan

5. Panti Asuhan Guna Nanda, Jakarta Timur

 

Selain itu, dilakukan seremoni penyaluran bantuan untuk korban bencana di wilayah Sumatra yang disalurkan melalui BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta sebesar Rp318 juta rupiah.

 

Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa Jakarta terus bertransformasi menjadi rumah yang nyaman bagi semua. Sinergi antara Pemprov DKJ dan Kemenag dalam merawat kebhinekaan diharapkan terus menjadi pilar kokoh dalam menjaga persatuan di tengah dinamika masyarakat urban yang kompleks.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor