Jakarta (Humas MTs Negeri 14 Jakarta Timur) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, mengajak guru madrasah menjadi pembelajar sepanjang hayat agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Awal Tahun Pelajaran 2026/2027 MTs Negeri 14 Jakarta Timur di Ruang Multimedia madrasah, Rabu (24/6/2026).
Menurut Adib, peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kemauan untuk terus belajar, menggali pengalaman, dan mengimplementasikan ilmu dalam praktik pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat menghadirkan proses belajar yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
"Belajarlah dari lingkungan, dari orang-orang sekitar, dari buku, jurnal, maupun institusi pendidikan yang lebih baik. Setelah itu belajar untuk menerapkan apa yang sudah dipelajari, dan belajar sambil mempraktikkan ilmu tersebut," pesannya.
Adib menegaskan bahwa kualitas guru merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah lembaga pendidikan. Oleh karena itu, setiap guru dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
"Saya mengapresiasi kerja-kerja dan dedikasi Bapak dan Ibu Guru serta Tenaga Kependidikan MTs Negeri 14 Jakarta Timur. Saya mendapatkan laporan bahwa MTs Negeri 14 terus menorehkan prestasi," ujarnya.
Ia menambahkan, kemajuan sistem pendidikan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya, khususnya para pendidik.
"Kesimpulannya, kemajuan dan capaian sistem pendidikan mana pun, tumpuan utamanya adalah guru. Ketika gurunya adalah orang-orang hebat, maka hasil pendidikan yang dihasilkan juga akan hebat," tegas Adib.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Saepul, menyampaikan materi tentang penguatan kurikulum dan asesmen sebagai bekal menghadapi Tahun Pelajaran 2026/2027.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembelajaran diawali dari pemahaman guru terhadap kurikulum, mulai dari capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, penyusunan perangkat ajar, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, hingga pemanfaatan asesmen sebagai bagian integral dari proses belajar mengajar.
Menurut Saepul, asesmen tidak lagi hanya berfungsi mengukur hasil belajar, tetapi menjadi instrumen penting untuk memetakan kebutuhan, perkembangan, dan capaian peserta didik sehingga guru dapat merancang tindak lanjut pembelajaran secara lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik setiap siswa.
Kepala MTs Negeri 14 Jakarta Timur, Evi Suryani, mengatakan rapat kerja awal tahun pelajaran merupakan forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya sekaligus menyusun langkah-langkah peningkatan mutu pendidikan pada tahun pelajaran yang baru.
"Rapat kerja ini menjadi sarana untuk melakukan evaluasi, menyusun program prioritas, serta memperkuat sinergi seluruh warga madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas," ujar Evi.
Rapat kerja mengusung tema "MTs Negeri 14 Jakarta Timur Berdaya, Adaptif, Inovatif, dan Berkarakter di Era Digital" serta diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur Affan Sofwan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Jumanto, Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kota Jakarta Timur beserta jajaran.
Melalui rapat kerja ini, MTs Negeri 14 Jakarta Timur memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif, meningkatkan profesionalisme guru, serta menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu. Sinergi seluruh warga madrasah diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran dan memperkokoh posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul, adaptif, dan berkarakter.