Jakarta (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) -- Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, memanjatkan doa untuk keselamatan, persatuan, dan masa depan bangsa dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada Jum'at (14/8/2026).
Dalam doanya, Menteri Agama mengajak seluruh elemen bangsa untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan sekaligus memohon keberkahan atas pertemuan kenegaraan yang menjadi momentum penting bagi perjalanan bangsa Indonesia.
“Tiada lain harapan kami semua kecuali kiranya Engkau memberkahi pertemuan yang amat bersejarah bagi bangsa kami,” demikian doa yang dipanjatkan Nasaruddin Umar.
Ia juga memohon agar sidang tahunan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh potensi bangsa dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, kesatuan, dan kebersamaan.
“Semoga Sidang Tahunan kali ini menjadi momentum terbaik untuk menyinergikan segenap potensi bangsa yang telah Engkau anugerahkan kepada kami,” ujarnya dalam doa.
Menurutnya, persatuan dan kebersamaan menjadi kekuatan penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, terlebih di tengah dinamika dan tantangan global yang terus berkembang.
Dalam doa tersebut, Nasaruddin juga memohon perlindungan Allah SWT bagi bangsa Indonesia dari berbagai fitnah, pengkhianatan, tipu daya, dan rekayasa negatif. Namun, ia sekaligus mengingatkan agar kritik yang benar dapat menjadi bahan introspeksi dan perbaikan diri.
“Sadarikanlah diri kami untuk mengoreksi diri jika fitnah dan kritikan mereka benar,” ungkapnya.
Nasaruddin juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyatukan hati dan pikiran dalam semangat mencintai negeri. Kepedulian terhadap sesama turut menjadi bagian penting dari doa, khususnya bagi mereka yang tengah mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan.
“Bantulah siapapun hamba-Mu yang terdzalimi dan yang lemah di muka bumi ini, baik yang taat beragama maupun yang belum taat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Menteri Agama menyadari bahwa perjalanan bangsa Indonesia masih panjang. Berbagai tantangan, tanggung jawab, dan hambatan masih harus dihadapi bersama. Karena itu, ia memohon kekuatan dan ketegaran agar seluruh amanah dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.
“Berikanlah kekuatan dan ketegaran untuk mengemban amanah dan melewati berbagai tantangan tersebut. Kami yakin, seberat apa pun cobaan dan tantangan itu jika Engkau hadir mendampingi kami, maka semuanya menjadi ringan bagi kami,” kata Nasaruddin.
Di penghujung doa, Menteri Agama memohon ampun atas segala dosa dan kekeliruan, baik bagi dirinya maupun para pemimpin, orang tua, serta para pahlawan bangsa. Doa kemudian ditutup dengan harapan agar Indonesia menjadi negeri yang aman, makmur, tenteram, dan penuh keberkahan.
“Jadikanlah bangsa dan negeri kami sebagai baldatun thayyibatun warabbun ghafur, negeri yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo.”
Doa yang dipanjatkan pada 14 Agustus 2026 tersebut menjadi pesan spiritual sekaligus refleksi kebangsaan. Di tengah momentum memperingati 81 tahun kemerdekaan, doa itu menegaskan pentingnya persatuan, kepedulian, introspeksi, dan semangat bersama dalam menjaga Indonesia serta melanjutkan perjalanan menuju cita-cita bangsa.