Jakarta (Humas Pendidikan Madrasah) --- Sebanyak anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Madrasah Aliyah se-DKI Jakarta dikukuhkan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengukuhan dilakukan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Adib dalam upacara di Asrama Haji Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Pengukuhan yang diinisiasi Purna Paskibra Indonesia Madrasah Aliyah (PPIMA) DKI Jakarta tersebut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Viola Cempaka, para Ketua Tim Kerja pada Bidang Pendidikan Madrasah, serta para Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kabupaten/Kota se-DKI Jakarta. Para orang tua dan wali peserta turut hadir menyaksikan momen penting tersebut.
Bagi para anggota Paskibra, pengukuhan bukan sekadar penanda berakhirnya proses seleksi dan latihan. Di balik seragam yang dikenakan, tersimpan amanah untuk menjalankan tugas kehormatan mengibarkan Sang Merah Putih sekaligus membawa nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta tanah air.
Mereka merupakan peserta didik yang telah melewati proses seleksi secara bertahap, mulai dari tingkat madrasah, kabupaten/kota, hingga tingkat provinsi. Proses tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda madrasah yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki ketangguhan dan jiwa kebangsaan.
Dalam sambutannya, Adib menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibra yang telah berhasil melewati berbagai tahapan hingga dipercaya mengemban tugas tersebut.
“Kalian adalah orang-orang terpilih yang dipercaya dan diyakini mampu mengemban amanah sebagai anggota Paskibra. Kalian bukan hanya simbol dari generasi muda yang berjiwa merah putih, tetapi juga diyakini mampu menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Adib.
Dari Latihan Menuju Keteladanan
Bagi Adib, proses menjadi anggota Paskibra memiliki makna yang lebih luas daripada tugas mengibarkan bendera. Latihan yang dijalani para peserta menanamkan berbagai nilai yang relevan dengan kehidupan mereka sebagai pelajar sekaligus calon pemimpin masa depan.
Kedisiplinan, ketepatan waktu, kemampuan bekerja dalam tim, kepatuhan terhadap aturan, dan kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter tersebut.
“Kegiatan Paskibra ini tidak hanya mampu menanamkan jiwa kedisiplinan, tetapi juga menunjukkan kepada kita semua bahwa Indonesia adalah negeri dengan generasi yang cinta tanah air, berjiwa merah putih, dan siap berkorban demi kepentingan bangsa dan negara,” tegas Adib.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti selama mengikuti latihan maupun ketika menjalankan tugas upacara. Para anggota Paskibra diharapkan membawa karakter yang terbentuk ke lingkungan madrasah dan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Adib menekankan bahwa ikrar yang diucapkan para peserta di hadapan pejabat, guru, pembimbing, serta orang tua bukan sekadar rangkaian seremoni. Ikrar tersebut merupakan komitmen yang harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku.
Para anggota Paskibra diharapkan mampu menjadi role model bagi peserta didik lainnya, terutama dalam hal kedisiplinan, kejujuran, kesetiakawanan, tanggung jawab, dan akhlak terpuji.
Kebanggaan Orang Tua, Amanah bagi Generasi Muda
Kehadiran orang tua dan wali dalam prosesi pengukuhan turut memberikan warna tersendiri. Dari sisi peserta, momen tersebut menjadi pengingat bahwa amanah yang diterima juga menjadi kebanggaan keluarga.
Sementara bagi madrasah, keberhasilan para peserta melewati seluruh tahapan seleksi menjadi bagian dari kontribusi pendidikan dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kebangsaan.
Pengukuhan Paskibra Madrasah DKI Jakarta sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh melalui berbagai ruang. Nilai-nilai kebangsaan tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang melatih kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab.
Hal tersebut sejalan dengan upaya madrasah dalam menyiapkan peserta didik yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan, nilai keagamaan, dan karakter kebangsaan.
Merah Putih dan Harapan Masa Depan
Rangkaian pengukuhan kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyematan lencana dan pemasangan kendit oleh Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Suasana haru terasa ketika lagu “Syukur” berkumandang mengiringi penyematan lencana pada bagian kiri seragam para anggota Paskibra.
Momen tersebut menjadi simbol bahwa tugas mengibarkan bendera Merah Putih bukan hanya tentang keterampilan baris-berbaris. Ada tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan simbol negara sekaligus meneruskan semangat perjuangan melalui pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.
Para anggota Paskibra Madrasah Aliyah se-DKI Jakarta kini bersiap menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka akan berdiri membawa nama madrasah, keluarga, dan lingkungan pendidikan yang telah membentuk mereka.
Melalui pengukuhan tersebut, Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta berharap Paskibra Madrasah dapat menjadi teladan bagi peserta didik lainnya. Semangat yang dibangun melalui latihan diharapkan terus hidup dalam keseharian: disiplin dalam belajar, bertanggung jawab dalam menjalankan amanah, jujur dalam bersikap, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan bangsa
.
Pada akhirnya, Sang Merah Putih yang akan dikibarkan bukan hanya menjadi simbol kemerdekaan, tetapi juga menjadi pengingat tentang tanggung jawab generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi, karakter, dan pengabdian.
Dari madrasah, Merah Putih dikibarkan. Dari generasi muda, harapan Indonesia diteruskan.