Jakarta (Humas MAN 22 Jakarta)---Sebanyak 20 anggota Pramuka MAN 22 Jakarta mengikuti kegiatan Program Rintisan Saka Yudha Brama Jaya yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Kecamatan Palmerah, pada Rabu, (19/11/2025). Kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi para siswa untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. Mereka turut didampingi oleh satu pembina Pramuka, yaitu Mutamimul ‘Ula.
Program Rintisan Saka Yudha Brama Jaya merupakan inisiatif Gulkarmat untuk menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran kepada generasi muda. Melalui program ini, Pramuka dibina untuk memiliki kemampuan dasar penanggulangan kebakaran serta memahami peran penting masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan sekitar. MAN 22 Jakarta menjadi salah satu madrasah yang aktif mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kedisiplinan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi sosialisasi, salah satunya mengenai penanggulangan kebakaran. Materi ini mencakup jenis-jenis kebakaran, faktor penyebab, teknik pencegahan, hingga prosedur penanganan awal ketika kebakaran terjadi. Siswa diperkenalkan dengan alat-alat pemadam sederhana yang biasa digunakan masyarakat, seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan), selimut api, dan teknik pemadaman menggunakan benda-benda yang tersedia di sekitar.
Selain pemberian materi, peserta juga memperoleh praktik langsung terkait cara menggunakan APAR yang benar dan aman. Mereka dilatih untuk mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat serta memahami pentingnya ketenangan saat menghadapi bahaya kebakaran. Praktik ini menjadi pengalaman berharga karena memberikan gambaran nyata mengenai langkah-langkah penyelamatan awal sebelum tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.
Kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai peran Saka Yudha Brama Jaya sebagai wadah pembinaan kader muda yang peduli terhadap pencegahan kebakaran. Melalui pembinaan ini, para anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi agen penyadaran di lingkungan sekolah maupun masyarakat, khususnya terkait keselamatan dan mitigasi risiko kebakaran.
“Saya sangat senang bisa ikut kegiatan Rintisan Saka Yudha Brama Jaya ini. Banyak ilmu baru yang saya dapatkan, terutama tentang cara mencegah dan menangani kebakaran. Awalnya saya pikir penanggulangan kebakaran itu tugas petugas damkar saja, tapi ternyata masyarakat juga punya peran penting. Kami juga diajarkan cara memakai APAR dan itu pengalaman yang seru sekaligus menegangkan. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan supaya kami lebih siap menghadapi kejadian darurat dan bisa membantu orang lain.” uajr hanif salah satu anggota Pramuka
Pembina Pramuka MAN 22 Jakarta, Mutamimul ‘Ula, menyampaikan apresiasi kepada Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat yang telah memberikan kesempatan berharga kepada para siswa. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta respon cepat dalam menghadapi situasi berbahaya. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat diterapkan ketika berada di rumah atau lingkungan sekitar.