Jakarta (Humas MAN 7 Jakarta) — MAN 7 Jakarta kembali menggelar kegiatan kajian pagi di Masjid Daaruth Thalibin, Selasa (10/2/2026). Kajian yang diikuti para siswa tersebut menghadirkan Saat Syafaat sebagai penceramah dengan pembahasan QS Al A’raf ayat 56 tentang larangan berbuat kerusakan serta anjuran memperbanyak doa dan berharap kepada Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Saat Syafaat menekankan pentingnya menjaga bumi dan hati dari segala bentuk kerusakan. Ia mengajak siswa untuk memperkuat doa sebagai wujud ketundukan dan harapan kepada Allah dalam setiap keadaan.
Ia juga menjelaskan tiga peristiwa penting di bulan Syaban. “Pertama, pindahnya arah kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram. Kedua, turunnya perintah bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah bertemu Nabi Ibrahim di Baitul Makmur, ka’bah para malaikat, yang setiap hari dimasuki 70.000 malaikat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, “Salawat bisa mengangkat penyakit dan menjadi wasilah kebaikan bagi umat.” Peristiwa ketiga yang dipaparkan adalah perintah puasa Ramadan sebagai persiapan ruhani menuju bulan suci.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Wakil Kepala Bidang Humas, staf humas, serta wali kelas XF, Yusridah. Kehadiran jajaran pendidik mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.
Menurut pihak madrasah, kajian rutin ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan MAN 7 Jakarta. Program tersebut sejalan dengan upaya Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat pendidikan karakter dan pemahaman keagamaan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh penguatan pemahaman tentang makna bulan Syaban sebagai momentum persiapan menuju Ramadan, sekaligus menanamkan kesadaran untuk menjaga diri dari perbuatan yang merusak serta memperbanyak doa dan salawat dalam kehidupan sehari-hari.