Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menyelenggarakan pengajian rutin Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang dilaksanakan setiap selesai salat Dzuhur berjamaah. Kegiatan pembinaan keagamaan ini berlangsung di Kantor Perwakilan Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu, pada Rabu (28/1/2026).
Pada kesempatan tersebut, kultum disampaikan oleh Irvan Dady, Penyuluh Agama Islam ASN Kemenag Kepulauan Seribu, dengan mengangkat tema “Lima Perkara yang Dicintai dan Lima Perkara yang Dilupakan”. Tema ini mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kehidupan dunia dan persiapan menuju akhirat.
Dalam mengawali penyampaiannya, Irvan menyampaikan lima perkara yang sering dicintai manusia namun berpotensi melalaikan, yakni terlalu mencintai dunia hingga melupakan akhirat, lebih mencintai kehidupan dan melupakan kematian, lebih mencintai bangunan yang mewah namun lupa akan kubur, terlalu mencintai harta dan melupakan hisab, serta terlalu mencintai makhluk dan melupakan Sang Khaliq.
Melanjutkan kultumnya, Irvan kemudian menjelaskan satu per satu dari lima perkara tersebut.
Pertama, terlalu cinta kepada dunia dan melupakan akhirat. Menurutnya, dunia kerap membuat manusia terlena sehingga lupa mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal.
“Dunia hanyalah tempat persinggahan sementara. Jika seluruh orientasi hidup kita hanya tertuju pada dunia, maka kita akan kehilangan tujuan akhir, yaitu keselamatan di akhirat,” ujar Irvan.
Kedua, lebih mencintai hidup dan melupakan kematian. Ia menegaskan bahwa mengingat kematian bukan untuk menimbulkan rasa takut, tetapi sebagai pengingat agar manusia senantiasa memperbaiki diri.
“Mengingat kematian akan menjadikan kita lebih berhati-hati dalam bersikap dan lebih sungguh-sungguh dalam beramal,” jelasnya.
Ketiga, lebih mencintai bangunan yang mewah dan lupa dengan kubur. Irvan mengajak peserta untuk tidak hanya fokus membangun kehidupan duniawi, tetapi juga kehidupan setelah mati.
“Kita sering sibuk memperindah rumah di dunia, padahal tempat kembali kita adalah kubur. Maka, perindahlah kubur dengan amal saleh,” tuturnya.
Keempat, terlalu mencintai harta dan lupa dengan hisab. Ia mengingatkan bahwa harta adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
“Harta bukan sekadar milik, tetapi titipan dari Allah. Semua akan dihisab, dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan,” ungkap Irvan.
Kelima, terlalu mencintai makhluk dan melupakan Sang Khaliq. Menurutnya, kecintaan kepada sesama tidak boleh mengalahkan kecintaan kepada Allah SWT.
“Jika cinta kepada makhluk melebihi cinta kepada Allah, maka di situlah awal kelalaian. Jadikan Allah sebagai pusat orientasi hidup kita,” tegasnya.
Dalam menutup kultumnya, Irvan mengajak seluruh peserta untuk senantiasa meluruskan niat, memperbaiki kualitas ibadah, serta menjadikan setiap aktivitas kerja sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
“Mari kita jadikan pekerjaan dan pengabdian kita sebagai ladang amal, dengan niat yang ikhlas dan selalu mengingat Allah dalam setiap langkah,” pungkasnya.
Kegiatan kultum rutin ini disambut antusias oleh seluruh peserta. Mereka berharap kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten karena memberikan manfaat spiritual, meningkatkan keimanan, sekaligus mempererat ukhuwah dan kebersamaan di lingkungan Kemenag Kepulauan Seribu.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut para pegawai Kemenag Kepulauan Seribu serta Penyuluh Agama Islam lainnya.