Berita
Moderasi Beragama

Kukuhkan Rumah Moderasi, Menag : Rumah Besar Milik Seluruh Elemen Masyarakat

Senin, 26 Januari 2026
Dibaca 72 kali
blog

Jakarta (Humas Kanwil Kemenag DKI) --- Dalam memperkuat toleransi beragama di Indonesia, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar secara resmi mengukuhkan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada Indonesia, Senin (26/1/2026). Pengukuhan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat harmoni, toleransi, serta persaudaraan lintas iman di Indonesia.

 

Dalam sambutannya, Menag menyampaikan bahwa Wisma Sangha Theravada memiliki nilai historis dan simbolik yang kuat karena keberadaannya mendapat pengakuan dari berbagai unsur bangsa, baik kalangan sipil maupun militer. Hal tersebut mencerminkan bahwa Rumah Moderasi Beragama merupakan milik bersama seluruh elemen masyarakat.

 

"Rumah moderasi ini bukan hanya milik umat Buddha, tetapi rumah besar bagi kemanusiaan. Tempat untuk membangun perjumpaan, memperkuat dialog, dan menumbuhkan semangat persaudaraan," ujar Menag.

 

Menag menekankan pentingnya membangun peradaban yang dilandasi kekuatan kontemplasi, konsentrasi, dan cinta kasih. Ia menegaskan bahwa moderasi beragama bukan upaya menyamakan perbedaan, melainkan kemampuan untuk meyakini ajaran masing-masing secara utuh tanpa meniadakan keyakinan pihak lain.

 

"Esensi moderasi adalah tetap teguh dalam keyakinan, namun terbuka untuk hidup berdampingan secara damai. Kita tidak mencari persamaan, tetapi titik temu kemanusiaan," jelasnya.

 

Lebih lanjut, Menag menyampaikan bahwa penguatan moderasi beragama juga harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, harmoni tidak hanya terbangun antara manusia dengan Tuhan dan sesama, tetapi juga dengan alam.

 

"Merawat bumi adalah bagian dari pengamalan ajaran agama. Tidak mungkin kita mencapai kedamaian batin jika lingkungan tempat kita hidup mengalami kerusakan," tegasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Menag juga mengutip nilai-nilai universal dalam Kitab Dhammapada yang mengajarkan empati, welas asih, serta penghormatan terhadap kehidupan. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat menginspirasi masyarakat Indonesia dalam membangun peradaban yang damai, adil, dan berkeadaban.

 

Menutup sambutannya, Menag mengajak seluruh pihak menjadikan Rumah Moderasi Beragama sebagai pusat pembelajaran, dialog lintas iman, serta penguatan karakter kebangsaan.

 

"Dengan memohon ridha Allah SWT, Rumah Moderasi Beragama ini saya nyatakan resmi dikukuhkan. Semoga menjadi cahaya bagi persatuan, kedamaian, dan masa depan Indonesia," pungkasnya.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor