Berita
ZISWAF

Optimalisasi ZISWAF, Kemenag DKI Targetkan Dampak Nyata bagi Umat

Rabu, 28 Januari 2026
Dibaca 78 kali
blog

Jakarta (Humas Kemenag DKI) --- Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya memperkuat sinergi pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) bersama Komite Pedagang Pasar (KPP) DKI Jakarta. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) kolaborasi program pada kegiatan Konsolidasi Pengurus KPP DKI Jakarta yang dihadiri perwakilan dari 114 pasar.

 

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Adib, mengapresiasi peran pedagang pasar sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan. Ia menyebut pedagang pasar sebagai mujahid ekonomi yang konsisten menghadirkan manfaat sosial nyata bagi masyarakat.

 

“Pedagang pasar bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi juga agen kebaikan sosial. Kontribusinya terasa dalam berbagai gerakan yang telah dilakukan Komite Pedagang Pasar,” ujar Adib.

 

ZISWAF sebagai Solusi Strategis Pengentasan Kemiskinan

Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan dua instrumen utama dalam ajaran Islam yang memiliki daya ungkit besar bagi pengentasan kemiskinan, yakni zakat, infak, sedekah, serta wakaf. Menurutnya, potensi ZIS di Jakarta sangat besar dan akan berdampak signifikan bila dikelola optimal serta terkoordinasi melalui BAZNAS dan BAZIS.

 

“Jika dikelola dengan baik, insya Allah tidak ada lagi anak yang tak bisa menebus ijazahnya, tidak ada warga tanpa hunian, dan kesejahteraan dapat dirasakan lebih merata,” tegasnya.

 

Selain ZIS, Adib menyoroti pentingnya penguatan wakaf sebagai instrumen jangka panjang yang berkelanjutan. Wakaf, kata dia, tidak terbatas pada tanah, tetapi juga wakaf uang yang dapat dikelola produktif oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) sehingga manfaatnya terus mengalir sebagai amal jariyah.

 

“Kami berharap edukasi dan gerakan wakaf semakin kuat di kalangan pedagang pasar,” tambahnya.

 

Sinergi Lintas Lembaga dan Ekosistem Pendidikan

Kanwil Kemenag DKI Jakarta menyatakan kesiapan bersinergi melalui peran penyuluh agama serta dukungan ekosistem pendidikan keagamaan, termasuk 1.860 madrasah di bawah naungan Kemenag DKI Jakarta. Kolaborasi KPP DKI Jakarta, BAZNAS–BAZIS DKI Jakarta, dan Kemenag diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan dan berdampak luas.

 

“Semoga setiap aktivitas ekonomi bernilai ibadah, penuh keberkahan, dan menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang,” pungkasnya.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor