Jakarta (Humas Kemenag DKI) --- Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Khairani, memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi MOSS PTSP yang digelar di Kanwil Kemenag DKI Jakarta pada Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dengan mengimplementasikan transformasi digital pada Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kemenag.
Khairani dalam sambutannya menekankan pentingnya digitalisasi dalam layanan PTSP sebagai langkah untuk memenuhi ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa PTSP adalah wajah pelayanan Kementerian Agama, yang harus mampu memberikan layanan yang cepat, transparan, dan profesional.
“PTSP ini sangat penting ke depannya bagi Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. Dari yang belum digital, kini kita wajib merekam dan melaksanakan segala kegiatan secara digital. Digitalisasi harus dimaksimalkan dengan sistem yang baik,” ujar Khairani, Rabu (28/1/2026).
Komitmen Bersama untuk Perubahan yang Optimal
Khairani juga menegaskan bahwa implementasi aplikasi MOSS PTSP memerlukan komitmen bersama dari seluruh elemen di Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Ia menjelaskan bahwa perubahan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya dukungan kebijakan dan komitmen dari pimpinan, selain kerja keras dari Person in Charge (PIC) yang ditunjuk.
“Kami minta komitmen bersama. Jika hanya PIC yang bekerja tanpa dukungan kebijakan, maka perubahan tidak akan terjadi. Ini harus dilakukan bersama-sama,” tegasnya, mengingat pentingnya koordinasi dan sinergi antar semua pihak terkait.
DKI Jakarta Sebagai Pilot Project Layanan PTSP
Khairani juga mengapresiasi kepercayaan pimpinan kepada para PIC yang ditunjuk untuk mengimplementasikan aplikasi ini. Ia berharap para peserta Bimtek dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh, fokus pada aspek teknis aplikasi, dan segera mengatasi kendala yang muncul. Ia juga menekankan bahwa Kanwil Kemenag DKI Jakarta diharapkan menjadi pilot project yang dapat dicontoh oleh provinsi lainnya.
“DKI harus menunjukkan kinerja terbaik. PTSP ini langsung terkait dengan aduan masyarakat. Jika pelayanan tidak sesuai SOP, itu bisa menjadi laporan masyarakat. Maka, bimtek ini harus memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Dengan diterapkannya aplikasi MOSS PTSP, Khairani berharap dapat terbentuk budaya layanan prima yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Ia juga meminta agar pelaksanaan bimtek ini dikawal dengan baik dan hasilnya dilaporkan, terlebih menjelang peluncuran aplikasi yang direncanakan secara daring.
“Bimtek ini harus menghasilkan output yang nyata dan berdampak positif bagi peningkatan layanan di Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta,” pungkas Khairani.