Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta belum lama ini setidaknya menyisakan kerusakan berbagai sarana ibadah seperti masjid/musala, gereja dan madrasah serta beberapa fasilitas pendidikan Islam lainnya yang menyebabkan gangguan aktivitas keagamaan dan pendidikan.
Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara dalam menyikapi surat permohonan data terdampak banjir dari Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat. Mawardi Abdul Gani sejak pagi tadi memerintahkan kepada satuan kerja di bawah naungan Kankemenag untuk mendata sarana dan prasarana terdampak banjir.
"Data berikut eviden harap segera dilaporkan kepada kami dan mengisi google form yang telah disediakan yaitu https://bit.ly/banjirKemenagDKI2026," ujar Mawardi.
Lanjut Mawardi, pendataan sarana ibadah dan pendidikan ini dilakukan dalam upaya melakukan pendampingan di mana pemerintah turut hadir di tengah-tengah keluarga besarnya dalam menanggulangi dan memulihkan dampak banjir yang melanda.
"Termasuk para karyawan Kankemenag yang berdampak kerusakan tersebut harap melaporkan berikut bukti foto/video untuk bisa ditindaklanjuti kemudian," kata Kakankemenag.
Ia mendorong agar para Kepala Seksi dan Penyelenggara serta Pengawas ikut mengawal pendataan tersebut agar pengisian link bisa diselesaikan selambatnya tanggal 26 Januari 2026 pukul 10.00 WIB. "Yang mengalami kerusakan fisik akan kita usulkan untuk mendapatkan bantuan," cetus Mawardi.
Dari bukti laporan yang diterima oleh Kakankemenag dari para Kasi dan Penyelenggara per-hari ini, puluhan lembaga (KUA, madrasah swasta, MDT, TPQ, Ponpes, Masjid/Mushola/Gereja dari 6 Kecamatan) terdampak banjir hingga menghambat kegiatan ibadah dan belajar). Adapun lainnya dilaporkan hanya terdampak pada akses jalan saja.
"Musibah adalah ujian dari Allah, tetap semangat memberikan layanan terbaik bagi umat, bismillah kita akan lewati ujian ini bersama," pungkas Mawardi," [Z].