Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Yayasan Tahfizh Baitul Huda Cilincing menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H sebagai bagian dari pembinaan keagamaan kepada peserta didik di lingkungan pendidikan binaan Kementerian Agama. Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 Maret 2026 ini diikuti oleh siswa dari jenjang MI, MTs, dan MA dengan tujuan memperkuat pembentukan karakter Islami selama bulan suci Ramadan.
Pesantren kilat dilaksanakan di lingkungan Yayasan Tahfizh Baitul Huda yang mengelola beberapa satuan pendidikan berbasis keagamaan. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan pendidikan Islam yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus menanamkan nilai akhlak kepada peserta didik.
Pembina Yayasan Tahfizh Baitul Huda, Ustadz Arif Muzakir Manan, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan moral. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pesantren kilat menjadi sarana pembinaan yang terarah bagi siswa.
Menurut Arif, selama kegiatan berlangsung para peserta didik mengikuti berbagai aktivitas keagamaan seperti shalat berjamaah, tilawah Al-Qur’an, kajian Islam, serta pembelajaran khas pesantren. Ia mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk membentuk kebiasaan baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“MI, MTs, dan MA Tahfizh Baitul Huda sebagai lembaga pendidikan berbasis Tahfizh berupaya memberikan pembinaan spiritual kepada peserta didik melalui berbagai program keagamaan,” ujar Arif kepada tim Humas.
Ia menuturkan bahwa Pesantren Kilat Ramadhan bertujuan memberikan pemahaman keagamaan yang lebih mendalam melalui pembinaan akhlak, penguatan ibadah, dan penanaman nilai-nilai karakter Islami. Menurutnya, kegiatan tersebut juga mendukung program pembinaan keagamaan yang dilakukan Kementerian Agama di lingkungan satuan pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT, memahami nilai ajaran Islam secara mendalam dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Arif.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan oleh salah satu wali siswa, Ummu Syafii. Ia mengatakan bahwa pesantren kilat memberikan manfaat bagi pembinaan akhlak anak, terutama di tengah perkembangan teknologi dan pergaulan remaja saat ini. Ia menyebut kegiatan keagamaan yang difasilitasi lembaga pendidikan membantu orang tua dalam menanamkan nilai keislaman kepada anak.
“Kami mendukung penuh pelaksanaan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan yang diselenggarakan oleh Tahfizh Baitul Huda sebagai upaya membentuk karakter Islami pada peserta didik,” ungkap Ummu Syafii. Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan dengan menghadirkan materi yang relevan, termasuk pembahasan tentang akhlak, penggunaan media sosial, dan pergaulan, sehingga pembinaan karakter generasi muda dapat berjalan lebih optimal.