Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kepala MTsN 15 Jakarta, Maliyatun, mengapresiasi program DWP Mengajar bertema “Stop Bullying: Belajar, Berteman, Saling Support dan Bahagia” yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Jakarta Utara di ruang Multimedia MTsN 15 Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Maliyatun mengatakan, kegiatan yang melibatkan Penyuluh Agama Islam tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai bahaya dan dampak perundungan di lingkungan sekolah maupun madrasah.
Sebagai tuan rumah, ia menyampaikan apresiasi karena MTsN 15 Jakarta mendapat kesempatan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada penguatan karakter dan pencegahan perundungan.
“Saya bersyukur MTsN 15 Jakarta terpilih menjadi tempat pelaksanaan kegiatan ini. Harapannya bisa berkelanjutan, karena kegiatan ini menambah ilmu bagi anak-anak kami tentang bullying, apalagi di zaman sekarang ini,” ujar Maliyatun.
Menurutnya, edukasi mengenai perundungan perlu diberikan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan perkembangan peserta didik. Pemahaman sejak dini diharapkan dapat membangun kesadaran siswa untuk tidak melakukan perundungan sekaligus berani mengambil sikap ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan tersebut.
Selama kegiatan berlangsung, puluhan siswa kelas VII mendapatkan pembinaan dari sejumlah narasumber mengenai dampak buruk perundungan. Para siswa juga mengikuti diskusi kelompok kecil untuk membahas berbagai situasi yang berpotensi mengarah pada perundungan dan cara membangun relasi pertemanan yang sehat.
Kegiatan dilanjutkan dengan deklarasi antikekerasan. Para siswa menyampaikan komitmen untuk saling menghormati, mendukung, dan menjaga satu sama lain demi menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan nyaman.
Maliyatun menilai kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen DWP Kankemenag Kota Jakarta Utara dalam mendorong terciptanya lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari intimidasi. Lingkungan yang positif, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting agar peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Ia berharap sinergi antara DWP, Penyuluh Agama Islam, dan madrasah dapat terus diperkuat melalui kegiatan edukatif yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.
“Semoga acara ini berlanjut dan kita tetap bersinergi. Ya, anak-anak kami semoga dijauhi dari bullying,” tutup Maliyatun.
Program DWP Mengajar tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya positif di MTsN 15 Jakarta sekaligus mendukung terwujudnya madrasah yang ramah anak, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.