Pulau Pramuka, Jakarta (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) -- Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara kembali melaksanakan kegiatan rutin bimbingan dan penyuluhan keagamaan di Asrama Putri SMAN 69 Jakarta, Pulau Pramuka, pada Selasa malam (14/4/2026).
Kegiatan yang menjadi agenda dua pekanan ini diikuti dengan antusias oleh para siswi asrama. Dimulai selepas salat Maghrib, rangkaian kegiatan berlangsung khidmat hingga ditutup dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah.
Sebelum memasuki sesi inti, para peserta terlebih dahulu mendapatkan tausiyah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Ayu Hafidhoh Ihsaniyah. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya menjaga istiqamah dalam berbuat kebaikan.
“Istiqamah itu bukan tentang melakukan hal besar sesekali, tetapi tentang konsistensi dalam kebaikan sekecil apa pun setiap hari. Jagalah akhlak dan ibadah, tidak hanya di asrama dan sekolah, tetapi juga hingga kalian lulus dan berada di lingkungan mana pun,” ujar Ayu.
Ia juga mengajak para siswi untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang senantiasa dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam keseharian. Menurutnya, kedekatan dengan Al-Qur’an akan menjadi benteng diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan. Jika kita dekat dengan Al-Qur’an, insyaAllah hati akan lebih tenang dan langkah hidup akan lebih terarah,” tambahnya.
Usai tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan tahsin Al-Qur’an. Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an para siswi secara fasih sesuai makhraj, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan pendampingan langsung dari para penyuluh agama Islam lainnya, yakni Juhaeriyah, Istiana Rahma, dan Doni Kuswandi Saputra, yang secara bergantian membimbing dan memperbaiki bacaan para peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswi tidak hanya mampu meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi para siswi untuk terus dekat dengan Al-Qur’an serta menjaga akhlak dan keimanan di mana pun mereka berada,” ucap Ayu Hafidhoh Ihsaniyah.