Pulau Tidung, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan terus berinovasi dalam memperluas jangkauan layanan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi masyarakat kepulauan. Salah satu terobosan tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Inovasi Program Konsultasi Keagamaan Virtual yang dilaksanakan di Majelis Taklim Al-Ittihad, Pulau Tidung, pada Selasa (6/1/2026).
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, yakni Abdul Rofik, Muhammad Fikri Adrian, dan Baihaki, dengan peserta utama ibu-ibu jamaah Majelis Taklim Al-Ittihad Pulau Tidung.
Mengusung tema “Ada Pertanyaan Keagamaan? Yuk Konsultasikan dengan Kami”, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan inovasi layanan konsultasi keagamaan berbasis virtual yang digagas oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kepulauan Seribu Selatan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan akses layanan keagamaan akibat kondisi geografis wilayah kepulauan.
Salah satu Penyuluh Agama Islam, Abdul Rofik, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa melalui inovasi ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan dan pertanyaan keagamaan secara langsung kepada penyuluh.
“Melalui program konsultasi keagamaan virtual ini, masyarakat cukup memindai QR Barcode yang telah kami sediakan dan akan langsung terhubung ke WhatsApp Penyuluh Agama Islam KUA Kepulauan Seribu Selatan, sehingga konsultasi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat,” ujar Rofik.
Ia menerangkan bahwa inovasi tersebut lahir sebagai respons atas tantangan geografis Kepulauan Seribu Selatan yang mencakup Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Payung, dan Pulau Untung Jawa, di mana jarak antarpulau serta keterbatasan transportasi laut sering kali menjadi kendala dalam pelaksanaan layanan keagamaan secara tatap muka.
“Dengan memanfaatkan teknologi digital, penyuluh tetap bisa hadir mendampingi umat, memberikan bimbingan dan jawaban keagamaan, tanpa terhalang oleh jarak dan waktu,” jelasnya.
Rofik juga menegaskan bahwa layanan konsultasi keagamaan virtual ini tidak menggantikan penyuluhan konvensional yang selama ini telah berjalan, melainkan sebagai pelengkap dan penguat layanan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan akses.
“Layanan ini bersifat melengkapi. Tatap muka tetap menjadi bagian penting dalam penyuluhan, namun melalui inovasi ini, komunikasi keagamaan dapat berlangsung lebih responsif, fleksibel, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rofik berharap kehadiran program ini dapat semakin memperkuat peran penyuluh agama di tengah masyarakat kepulauan serta memastikan layanan keagamaan menjangkau seluruh pulau binaan secara lebih merata.
“Kami berharap inovasi ini dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam mendorong transformasi layanan keagamaan yang adaptif, inklusif, dan berbasis kebutuhan umat,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta menyambut baik inovasi tersebut dan berharap layanan konsultasi keagamaan virtual ini dapat terus dikembangkan sebagai ruang komunikasi keagamaan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kepulauan Seribu Selatan.