Jakarta (Humas MAN 7 Jakarta) — MAN 7 Jakarta mengawali kegiatan pagi Kamis (8/2/2025) dengan kajian kitab Safinatun Najah yang berlangsung di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik serta guru dan tenaga kependidikan (GTK) dalam suasana tertib, khidmat, dan penuh perhatian.
Kajian disampaikan oleh Khalis Arezka dengan materi utama mengenai tingkatan iman. Melalui kajian tersebut, peserta diajak memahami tahapan keimanan sebagai fondasi penting dalam menjalani kehidupan serta meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Khalis Arezka menjelaskan bahwa tingkatan pertama iman adalah iman taklid, yaitu mengimani Allah SWT tanpa mengetahui dalilnya. Menurutnya, iman ini menjadi pintu awal seseorang dalam mengenal keimanan.
Ia melanjutkan bahwa tingkatan kedua adalah iman syariat, yakni iman yang disertai pemahaman dalil. “Menjalankan kewajiban dengan memahami dalilnya atau ilmu yakin. Dua tingkatan ini mendapat cinta Allah dan sudah seharusnya dicapai oleh para pelajar,” ujarnya.
Khalis Arezka juga menguraikan tingkatan iman selanjutnya, yaitu makrifatullah sebagai tingkatan ketiga, iman haq sebagai tingkatan keempat, dan iman hakikat sebagai tingkatan kelima. Ia menegaskan bahwa tidak semua orang mampu mencapai tingkatan iman ketiga hingga kelima. “Yang wajib bagi setiap orang adalah mencapai iman tingkat pertama dan kedua, sedangkan tingkatan selanjutnya hanya diraih oleh orang-orang yang Allah kehendaki,” jelasnya.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Nurkamila, menyampaikan bahwa kajian Safinatun Najah merupakan program rutin madrasah yang dilaksanakan setiap dua pekan sekali. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dalam memperkuat keimanan siswa dan GTK.
Melalui kajian keagamaan yang berkelanjutan ini, MAN 7 Jakarta berkomitmen membina peserta didik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan yang kokoh serta akhlak yang mulia.