Jakarta (Humas MAN 7 Jakarta) — Kegiatan pembiasaan keagamaan terus digiatkan di lingkungan MAN 7 Jakarta. Pada Rabu pagi (7/1/2026), seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti kajian ayat Al-Qur’an yang dilaksanakan di Masjid DaaruthThalibin dengan suasana tertib, khidmat, dan penuh perhatian.
Kajian kali ini mengangkat QS. Ali Imran ayat 140 yang mengisahkan tentang pergiliran hari kemenangan dan kekalahan sebagai sunnatullah. Ayat tersebut mengajarkan pentingnya mengambil hikmah dari setiap peristiwa kehidupan, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan sikap pantang menyerah dalam menghadapi ujian.
Tausiah disampaikan oleh Saat Syafaat yang mengajak peserta untuk memahami nilai perjuangan, kesabaran, dan keteguhan iman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa setiap peristiwa yang dialami manusia mengandung pelajaran dan hikmah dari Allah SWT.
“Setiap nabi dan rasul diberikan mukjizat oleh Allah SWT. Dalam sejarah kenabian, kita belajar bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi hamba-Nya yang beriman dan bersabar,” ujar Saat Syafaat dalam tausiahnya.
Ia juga menjelaskan makna Masehi sebagai peristiwa kelahiran Nabi Isa AS, ketika Malaikat Jibril menyampaikan kabar gembira kepada Siti Maryam. Penjelasan tersebut disampaikan untuk memperkaya wawasan peserta tentang sejarah kenabian dan kebesaran kekuasaan Allah SWT.
Melalui kajian ini, peserta diajak untuk merefleksikan perjalanan hidup para nabi sebagai teladan dalam menghadapi berbagai ujian dengan penuh keimanan dan keyakinan kepada pertolongan Allah.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 7 Jakarta, Nurkamila, menyampaikan bahwa kegiatan kajian Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, pembiasaan mengkaji ayat suci Al-Qur’an memiliki dampak besar terhadap penguatan nilai spiritual dan akhlak.
“Mengkaji Al-Qur’an meskipun hanya satu ayat, sangat banyak manfaat yang bisa diperoleh. Semoga ilmu kita bertambah dan keimanan semakin kuat,” ujarnya.
Kegiatan kajian pagi ini menjadi wujud nyata komitmen madrasah di bawah binaan Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga penguatan nilai keagamaan. Diharapkan, pembiasaan ini dapat membentuk peserta didik MAN 7 Jakarta menjadi pribadi yang beriman, tangguh, dan berakhlak mulia.