Pulau Pramuka, Jakarta (Humas) -- Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Nurcholis, menyampaikan tausiyah keagamaan dalam kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar di GOR Olahraga Pulau Pramuka, pada Rabu (28/1/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 69 Jakarta ini diikuti oleh siswa-siswi, para guru, serta warga sekitar Pulau Pramuka. Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari para jamaah yang hadir.
Dalam tausiyahnya, Nurcholis mengangkat tema “Meniru Shalat Nabi”. Ia menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam, karena pada peristiwa inilah Allah SWT secara langsung mewajibkan shalat kepada umat Nabi Muhammad SAW.
“Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa shalat adalah ibadah yang paling utama. Shalat menjadi sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT, sehingga tidak boleh dilakukan secara asal-asalan,” ungkap Nurcholis.
Ia menegaskan bahwa shalat bukan hanya sekadar kewajiban ritual, melainkan kebutuhan setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari.
“Rasulullah SAW bersabda, ‘Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat’. Hadis ini mengajarkan bahwa shalat harus dilaksanakan sesuai tuntunan Nabi, baik dari segi gerakan, bacaan, maupun kekhusyukan hati,” ujarnya di hadapan para siswa.
Lebih lanjut, Nurcholis mengajak para pelajar untuk tidak hanya meniru gerakan shalat Rasulullah SAW, tetapi juga meneladani nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Shalat yang benar akan melatih kedisiplinan, menghadirkan ketenangan batin, serta membentuk akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Menurutnya, shalat yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan akan membentuk karakter pelajar yang jujur, santun, serta bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Jika shalat sudah tertanam dengan baik, insyaallah perilaku kita juga akan mencerminkan nilai-nilai kebaikan Islam,” tuturnya.
Sementara itu, pihak SMA Negeri 69 Jakarta, Ali Musa, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan keagamaan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas tausiyah yang disampaikan. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membina mental dan spiritual siswa, sekaligus memperkuat karakter religius di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini disambut antusias oleh para siswa dan pengelola asrama. Selain meningkatkan pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual generasi muda di wilayah Kepulauan Seribu.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu terus berkomitmen menghadirkan peran aktif penyuluh agama dalam pembinaan keagamaan di lingkungan pendidikan, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai Islam yang moderat, mendidik, dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia.