Jakarta (Humas) - Pembangunan madrasah pada hakikatnya bukan hanya tentang menghadirkan gedung yang lebih layak, tetapi tentang memastikan setiap peserta didik memperoleh ruang pendidikan yang aman, nyaman, dan mampu mendukung tumbuhnya potensi mereka. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar penguatan MTsN 18 Jakarta yang kini memasuki babak baru.
Selasa (18/8/2026), dilaksanakan penandatanganan kontrak konstruksi dan pengawasan pembangunan Gedung Ruang Kelas Baru (RKB) dan ruang administrasi MTsN 18 Jakarta melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Pembangunan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sarana dan prasarana pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan madrasah kepada masyarakat.
Momentum tersebut tidak dapat dilepaskan dari perjalanan MTsN 18 Jakarta yang sebelumnya berlokasi di Jalan Satya Raya, Kompleks Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Sejak Januari 2026, MTsN 18 Jakarta menempati lokasi baru di Jalan RA Fadillah, Cijantung. Perpindahan ini merupakan hasil koordinasi lintas pihak untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan sekaligus membuka ruang pengembangan madrasah ke depan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Adib, mengungkapkan rasa syukur atas proses perpindahan tersebut. Menurutnya, koordinasi dengan pihak Kopassus dan Kementerian Pertahanan telah menghasilkan solusi terbaik bagi keberlangsungan MTsN 18 Jakarta.
“Alhamdulillah, proses perpindahan dari tempat lama ke tempat baru insyaallah berjalan lancar. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kopassus dan Kementerian Pertahanan, telah ditemukan solusi terbaik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujar Adib.
Bagi Adib, perpindahan tersebut merupakan bagian dari sebuah hijrah untuk menghadirkan kondisi yang lebih baik. Terlebih, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Kementerian Agama tetap berupaya memastikan kebutuhan mendasar pendidikan madrasah memperoleh perhatian.
“Sesungguhnya hijrah kita ke tempat yang baru insyaallah lebih baik. Memperjuangkan sampai pada tahap ini tidak mudah. Di tengah kebijakan efisiensi yang ada, kita mendapatkan kesempatan anggaran untuk menyediakan fasilitas sarana dan prasarana pembelajaran yang baik untuk masyarakat,” katanya.
Dukungan tersebut, lanjut Adib, juga tidak terlepas dari perhatian Menteri Agama beserta jajaran dalam mendorong penguatan kualitas pendidikan madrasah. Pembangunan fasilitas MTsN 18 Jakarta menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Namun, penguatan madrasah tidak berhenti pada pembangunan fisik. MTsN 18 Jakarta memiliki kekhasan tersendiri karena dalam perjalanan sebelumnya berada di lingkungan Kopassus. Lingkungan tersebut menjadi konteks yang dapat memperkaya pembentukan karakter peserta didik, khususnya dalam menumbuhkan kedisiplinan, ketangguhan, tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian.
Kekhasan tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi Adib untuk membawa MTsN 18 Jakarta dan madrasah di lingkungan sekitarnya menuju visi pendidikan yang lebih luas. Ia memiliki cita-cita menghadirkan ekosistem madrasah yang terintegrasi sejak jenjang MI, MTs hingga MA.
Menurutnya, kesinambungan pendidikan antar jenjang dapat menjadi salah satu strategi untuk membangun pembinaan peserta didik secara lebih terarah. Madrasah dapat memiliki kekuatan akademik dan keagamaan sekaligus mengembangkan karakter kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kesiapan untuk mengabdi kepada negara.
“Cita-cita kita adalah bagaimana menghadirkan madrasah yang terintegrasi, mulai dari MI, MTs sampai MA, yang lebih unggul dalam konteks pertahanan. Kita ingin anak-anak kita memiliki karakter, kedisiplinan, integritas, dan wawasan kebangsaan,” tuturnya.
Visi tersebut juga diharapkan dapat memperluas pilihan pengabdian bagi lulusan madrasah. Dengan pembinaan yang baik dan tetap mengikuti ketentuan serta mekanisme seleksi yang berlaku, peserta didik diharapkan memiliki kesempatan untuk menempuh berbagai jalur pendidikan dan pengabdian, termasuk bidang pertahanan hingga menjadi perwira atau anggota TNI.
Bagi Adib, cita-cita besar tersebut harus dibangun bersama. Sarana dan prasarana yang memadai harus berjalan beriringan dengan kualitas sumber daya manusia. Guru dan tenaga kependidikan menjadi unsur penting yang menentukan bagaimana sebuah fasilitas pendidikan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
“Dalam dunia pendidikan, tentunya tidak hanya sarana dan prasarana yang menjadi titik penting, tetapi juga sumber daya manusianya, yaitu guru dan tenaga kependidikan. Mereka adalah ruh dalam kesuksesan pendidikan,” tegasnya.
Karena itu, Adib mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 18 Jakarta untuk tidak melihat proses perpindahan dan pembangunan sebagai sekadar perubahan fisik. Lebih dari itu, momentum tersebut merupakan kesempatan untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas layanan, dan meneguhkan komitmen dalam mendampingi peserta didik.
“Semangat untuk guru dan tenaga kependidikan MTsN 18 Jakarta. Kita sukseskan anak-anak kita,” pesannya.
Semangat tersebut sejalan dengan misi pendidikan madrasah yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari seluruh proses pembangunan. Gedung baru merupakan instrumen untuk menciptakan pembelajaran yang lebih baik, sementara guru dan tenaga kependidikan menjadi penggerak yang memastikan setiap anak memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.
Dengan pembangunan RKB dan ruang administrasi melalui PHTC, MTsN 18 Jakarta kini memiliki fondasi baru untuk melanjutkan pengembangan madrasah. Perpindahan lokasi yang telah dilalui menjadi pengalaman penting, sementara dukungan berbagai pihak menjadi modal untuk menatap masa depan.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, langkah ini mencerminkan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat madrasah sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan nasional. Madrasah didorong untuk tidak hanya unggul dalam pembelajaran keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, dan siap memberikan kontribusi bagi Indonesia.
Dari MTsN 18 Jakarta, ikhtiar itu terus dilanjutkan. Ruang belajar dibangun, kapasitas pendidik diperkuat, dan cita-cita peserta didik terus diarahkan. Karena pembangunan madrasah sejatinya adalah investasi jangka panjang investasi untuk menyiapkan generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa.