Jakarta (Humas Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara) — Kegiatan Kultum Ramadan (Kurma) 1447 H/2026 M yang rutin digelar setiap hari oleh Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ikhlas kembali dilaksanakan, Kamis (26/2/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Nur Ali, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tanjung Priok, sebagai penceramah.
Dalam tausiahnya, Nur Ali yang akrab disapa Kyai Montok mengulas pentingnya rasa syukur kepada Allah Swt. atas kesehatan jasmani dan rohani serta kesempatan beribadah di bulan suci Ramadan. Menurutnya, kesempatan menjalankan ibadah di bulan Ramadan merupakan nikmat besar yang patut disyukuri.
“Semua amal ibadah dilipatgandakan oleh Allah Swt. dan keutamaan tersebut tidak akan dijumpai di bulan-bulan lainnya,” ujarnya saat membuka kultum.
Ia mengajak para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kankemenag Jakarta Utara untuk tidak menjadikan puasa sebagai penghalang kreativitas dan produktivitas dalam melayani masyarakat. Justru, kata dia, semangat pelayanan harus semakin meningkat selama Ramadan.
“Menahan lapar dan haus hanya dari pagi hingga menjelang magrib. Pada malam hari kita diperbolehkan makan dan minum serta melakukan hal-hal yang dihalalkan,” imbuhnya.
Menurut Nur Ali, bekerja dalam keadaan berpuasa melatih seseorang untuk bersikap jujur dan menahan diri dari perbuatan yang dilarang agama, termasuk mengikuti hawa nafsu yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Ia juga menekankan bahwa Ramadan mengajarkan pengendalian diri sekaligus menumbuhkan empati sosial. Dengan menahan diri dari makan dan minum secara berlebihan, seseorang diajak merasakan kondisi mereka yang kekurangan.
“Ramadan mengajarkan kita mengendalikan diri, menumbuhkan empati kepada orang lain yang merasakan lapar dan dahaga, serta meningkatkan kualitas ketakwaan,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan keutamaan malam Lailatulqadar yang lebih baik daripada seribu bulan. Menurutnya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah Swt.
“Seribu bulan kurang lebih setara dengan 83 tahun 4 bulan. Ibadah pada malam itu nilainya lebih baik daripada beribadah selama waktu tersebut,” pungkasnya.
Kegiatan Kurma ini menjadi bagian dari upaya Kankemenag Kota Jakarta Utara dalam menyemarakkan Ramadan sekaligus memperkuat nilai spiritual dan etos kerja ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.