Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menggelar pengajian rutin Kuliah Tujuh Menit (Kultum) usai salat Dzuhur berjamaah. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Perwakilan Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu, pada Rabu (14/1/2026).
Pada kesempatan tersebut, kultum disampaikan oleh Tatang ZM, Penyuluh Agama Islam ASN Kemenag Kepulauan Seribu, dengan mengangkat tema “Keistimewaan Bulan Rajab”.
Dalam tausiahnya, Tatang menjelaskan bahwa bulan Rajab merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah yang sarat dengan keutamaan dan peristiwa penting dalam sejarah Islam.
“Bulan Rajab adalah bulan yang dimuliakan Allah SWT. Ia menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan,” ujar Tatang.
Ia menambahkan, Rajab termasuk ke dalam empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36, yang menjelaskan bahwa dalam satu tahun terdapat dua belas bulan, dan di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan.
“Pada bulan-bulan haram, termasuk Rajab, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tatang mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik secara pribadi maupun berjamaah. Ia juga menyampaikan doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika memasuki bulan Rajab:
Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami hingga bulan Ramadan.” (HR. At-Tabarani).
“Doa ini menjadi pengingat agar kita senantiasa memohon keberkahan waktu dan kesiapan spiritual sebelum memasuki Ramadan,” ungkap Tatang.
Dalam tausiahnya, Tatang juga mengungkapkan bahwa bulan Rajab memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Salah satu peristiwa besar yang terjadi pada bulan ini adalah Isra Mikraj, yakni perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha pada malam 27 Rajab.
“Peristiwa Isra Mikraj menjadi tonggak penting karena pada saat itulah Allah SWT mewajibkan salat lima waktu kepada umat Islam sebagai tiang agama,” tuturnya.
Selain itu, Tatang menyampaikan bahwa pada bulan Rajab pula Rasulullah SAW menganjurkan hijrah pertama ke Habasyah pada tahun kelima kenabian sebagai upaya melindungi kaum muslimin dari tekanan dan gangguan kaum Quraisy. Menanggapi hal tersebut, salah satu tokoh agama setempat menekankan pentingnya menjadikan bulan Rajab sebagai sarana evaluasi diri.
“Bulan Rajab hendaknya kita jadikan momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah, terutama menjaga salat lima waktu secara berjamaah sebagai fondasi utama keimanan,” ujarnya.
Menutup tausiahnya, Tatang berharap pemahaman terhadap keutamaan dan peristiwa penting di bulan Rajab dapat mendorong umat Islam untuk menyikapinya dengan lebih baik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya serta ia mengajak kepada segenap pegawai Kemenag Kepulauan Seribu, utamanya para penyuluh agama islam untuk menjadi uswah di lingkungan kerja dan di masyarakat.
“Melalui pemahaman keutamaan dan peristiwa penting di bulan Rajab ini, saya berharap kita semua dapat menyikapinya dengan lebih baik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Khususnya bagi para pegawai Kemenag, terutama penyuluh agama Islam, mari kita menjadi uswah hasanah, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” pungkas Tatang.
Usai kultum, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keberkahan, kesehatan, serta kelancaran tugas dan pengabdian seluruh ASN Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu beserta Kasi Bimas Islam, para ASN dan pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu.