Berita

Kasi Penmad Kemenag Jakarta Utara Monev TKA MI, Tekankan Mutu dan Kepercayaan Publik

Kamis, 23 April 2026
Dibaca 202 kali
blog

TKA Madrasah

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Jakarta Utara, Samsurial, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Kecamatan Tanjung Priok, Kamis (23/4/2026), guna memastikan ujian berjalan sesuai standar dan menjaga kualitas layanan pendidikan.

 

TKA merupakan instrumen evaluasi sukarela yang dirancang untuk mengukur capaian akademik siswa kelas VI secara objektif dan adil. Pelaksanaan monev ini menjadi bagian dari upaya penguatan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan di madrasah.

 

Dalam kegiatan tersebut, Samsurial didampingi Pelaksana Seksi Penmad, Slamet Ade Santoso, mengunjungi sejumlah madrasah, yakni MIS Al-Ihsaniyah, MIS Miftahul Huda, MIS Ilham 2, dan MIS Al-Islamiyah.

 

“Kami hadir untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan,” ujar Samsurial saat melakukan pemantauan di lokasi.

 

Ia menegaskan bahwa hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai instrumen diagnosis mutu pendidikan di madrasah. Menurutnya, kepala madrasah perlu memanfaatkan hasil tersebut untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus merawat kepercayaan masyarakat.

 

“Cara merawat madrasah bisa dengan menyampaikan kualitas atau nilai literasi dan numerasi siswa kepada orang tua sebagai bentuk transparansi,” imbuhnya.

 

Namun demikian, Samsurial mengingatkan agar capaian yang belum optimal dijadikan bahan evaluasi internal. Ia menilai, hasil yang kurang baik harus menjadi pemicu perbaikan sistem pembelajaran di madrasah.

 

“Meskipun TKA bukan penentu kelulusan, nilai yang kurang baik harus menjadi bahan introspeksi bagi madrasah untuk meningkatkan keseriusan dalam proses pembelajaran,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hasil TKA juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan reputasi madrasah. Capaian yang baik dapat menjadi indikator kualitas layanan pendidikan yang ditawarkan kepada masyarakat.

 

Selain aspek akademik, Samsurial juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan madrasah yang bersih, asri, dan nyaman. Menurutnya, kondisi lingkungan belajar turut memengaruhi minat masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan.

 

“Lingkungan belajar yang bersih akan menjadi daya tarik masyarakat. Madrasah yang terawat mencerminkan keseriusan dalam menyiapkan masa depan peserta didik,” ujarnya.

 

Di akhir arahannya, Samsurial mendorong seluruh madrasah untuk terus meningkatkan prestasi. Ia juga menginformasikan rencana pelaksanaan ajang JMC dalam waktu dekat sebagai wadah pengembangan minat, bakat, dan kreativitas siswa, guru, serta tenaga kependidikan.

 

Melalui kegiatan monev ini, diharapkan pelaksanaan TKA di wilayah Jakarta Utara dapat berjalan optimal serta berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan.

 

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor