Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Timur) — Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur memperkuat budaya literasi dan profesionalisme guru madrasah melalui Workshop dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Best Practice bertajuk “Penguatan Kompetensi Profesional Guru Madrasah Abad 21: Budaya Menulis Praktik Baik sebagai Penggerak Literasi Digital” yang berlangsung di Aula MAN 8 Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan Jakarta tersebut diikuti oleh 43 guru dan tenaga kependidikan MAN 8 Jakarta. Workshop dilaksanakan selama dua hari, 19–20 Juni 2026, sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional pendidik sekaligus memperkuat ekosistem literasi di lingkungan madrasah.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan narasumber. Selain mempelajari teknik penulisan karya ilmiah dan best practice, para guru juga didorong untuk mendokumentasikan berbagai inovasi serta pengalaman pembelajaran yang selama ini dilakukan di madrasah agar dapat menjadi sumber inspirasi bagi dunia pendidikan yang lebih luas.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kota Jakarta Timur, Amirullah, saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya membangun budaya menulis di kalangan guru sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme pendidik.
“Praktik baik yang dilakukan guru akan memiliki dampak yang lebih luas ketika dituliskan dan dibagikan. Tulisan menjadi sarana berbagi inspirasi sekaligus sumber pembelajaran bagi guru lainnya,” ujarnya.
Menurut Amirullah, berbagai inovasi dan pengalaman yang lahir dari proses pembelajaran di madrasah memiliki nilai yang sangat berharga. Oleh karena itu, dokumentasi melalui tulisan menjadi langkah strategis agar praktik baik tersebut dapat diwariskan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kota Jakarta Timur, Jumanto, menyampaikan bahwa profesionalisme guru madrasah saat ini tidak hanya diukur dari kemampuan mengajar, tetapi juga dari kemampuan mendokumentasikan dan menyebarluaskan praktik-praktik pembelajaran yang inovatif.
“Banyak inovasi pembelajaran yang lahir dari madrasah dan layak diketahui publik. Karena itu, budaya menulis perlu terus diperkuat agar pengalaman-pengalaman berharga tersebut dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi guru lainnya,” kata Jumanto.
Pada sesi materi, Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Jakarta, Dermawati, memberikan penguatan mengenai pentingnya kemampuan menulis di era digital. Ia menjelaskan bahwa menulis merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru sebagai bagian dari pengembangan diri dan peningkatan mutu pendidikan.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kemampuan menyampaikan gagasan melalui tulisan menjadi keterampilan yang sangat relevan. Tulisan yang baik tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi media untuk menyebarluaskan inspirasi, inovasi, dan praktik pendidikan yang berdampak positif.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kankemenag Kota Jakarta Timur Hamdi Masyhuri, Kepala MAN 8 Jakarta Rusmanto, serta para guru dan tenaga kependidikan MAN 8 Jakarta. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat budaya literasi sebagai bagian dari transformasi pendidikan madrasah.
Melalui workshop ini, Kementerian Agama Kota Jakarta Timur terus mendorong lahirnya guru-guru madrasah yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga produktif menghasilkan karya tulis yang bermanfaat. Dengan semakin kuatnya budaya menulis, praktik-praktik baik yang tumbuh di madrasah dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi penggerak kemajuan pendidikan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen madrasah dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital, sejalan dengan semangat transformasi pendidikan Kementerian Agama menuju madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.