Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) --- Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Bodhi Atarva Thamaswara, menegaskan bahwa pelaksanaan Wisuda Akbar Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan agama dan membentuk generasi emas bangsa yang unggul, berkarakter, serta memiliki ketahanan mental yang baik.
Pernyataan tersebut disampaikan Bodhi saat menghadiri Wisuda Akbar ke-11 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah yang diselenggarakan Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC-FKDT) Kota Jakarta Utara di GOR Sunter, Rabu (10/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Bodhi menjelaskan bahwa pengembangan kualitas sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus didukung oleh kecerdasan emosional, spiritual, dan ketahanan diri. Menurutnya, pendidikan keagamaan yang diberikan melalui MDT memiliki peran penting dalam membentuk keempat aspek tersebut secara seimbang.
“Terdapat empat pilar dasar kecerdasan anak, yaitu kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan ketahanan diri. Terkait penguatan ketahanan kualitas intelektual, kami menilai kegiatan seperti wisuda ini menjadi salah satu sarana yang baik untuk membangun kepercayaan diri dan motivasi peserta didik,” ujarnya.
Bodhi menambahkan, Wisuda Akbar tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas capaian belajar para santri, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan karakter, kedisiplinan, dan mental tangguh yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
Ia juga mengapresiasi peran FKDT yang secara konsisten mendukung pengembangan pendidikan keagamaan nonformal di tengah masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar kualitas pendidikan agama semakin meningkat.
“Semoga dampak positif yang dilakukan FKDT dapat semakin luas. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan mental dan fisik peserta didik di Madrasah Diniyah Takmiliyah,” katanya.
Terkait kesejahteraan guru pendidikan keagamaan nonformal, Bodhi menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus berupaya memperkuat pembinaan, rekognisi, dan pemberdayaan guru MDT. Selain peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik, pihaknya juga tengah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong dukungan yang lebih optimal bagi guru nonformal.
“Meskipun masih bertahap, kami terus membangun kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong adanya bantuan atau insentif yang layak bagi para guru nonformal,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bodhi memberikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kota Jakarta Utara dan seluruh lembaga pendidikan keagamaan yang dinilai berhasil menjaga kualitas tata kelola data pendidikan melalui sistem Education Management Information System (EMIS).
Menurutnya, capaian validasi data EMIS lembaga pendidikan keagamaan nonformal di Jakarta Utara yang telah mencapai 100 persen menjadi modal penting dalam mendukung pengambilan kebijakan, pemetaan kebutuhan lembaga, penyaluran bantuan pemerintah, serta penguatan kualitas layanan pendidikan.
“Pencapaian data EMIS lembaga nonformal di Jakarta Utara yang telah mencapai 100 persen merupakan prestasi yang patut dipertahankan. Data yang valid menjadi fondasi penting dalam memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” pungkasnya.
Melalui penguatan pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas tata kelola, serta dukungan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, Kementerian Agama terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing guna mencetak generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah.