Berita
Audensi

Dari Tanah Hibah ke Madrasah Cendikia: Sinergi Kemenag dan Pemprov DKI

Selasa, 25 November 2025
Dibaca 174 kali
blog

Jakarta (Humas Kemenag DKI) --- Kepala Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, Adib berkomitmen untuk menjadikan DKI Jakarta sebagai kota wakaf dengan mengoptimalkan keberadaan 44 Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di wilayahnya. Hal ini diungkapkan saat pertemuan audiensi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta, Marullah Matali.

 

"Kami berharap status tanah 39 KUA dapat dipindahkan menjadi milik Kementerian Agama, sehingga kami bisa membangun fasilitas ini sesuai standar yang diharapkan," ujar Kakanwil, Selasa (25/11).

 

Adib menjelaskan bahwa sebagian besar KUA di DKI Jakarta telah berdiri sejak tahun 1970-an dan 1980-an, dan kini kondisi bangunannya perlu diperbaharui untuk memberikan layanan yang lebih baik. Kendala yang dihadapi adalah status kepemilikan tanah yang saat ini masih menjadi milik pemerintah daerah.

 

"Kami telah mengajukan permohonan kepada Badan Aset untuk mempermudah proses ini dan berharap agar status tanah tersebut bisa dihitung sebagai hibah sehingga kami dapat membangun infrastruktur yang diperlukan,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Adib juga menyampaikan kemajuan yang dicapai oleh lembaga pendidikan madrasah di DKI Jakarta. Dia menyebutkan bahwa pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) baru-baru ini, madrasah Jakarta berhasil masuk dalam tiga besar, yang menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pendidikan berbasis madrasah. "Alhamdulillah, meskipun kami tidak memiliki Insan Cendikia (IC), madrasah-madrasah di Jakarta tetap menjadi unggulan dalam berbagai kompetisi," ujarnya.

 

Lebih lanjut, Adib merencanakan pendirian filial madrasah unggulan selevel Garuda yang akan memfasilitasi pendidikan dengan fokus pada bidang-bidang innovatif seperti artificial intelligence. “Kami ingin Madrasah Insan Cendikia (IC) DKI Jakarta memiliki keunikan dan spesialisasi, sehingga dapat mengangkat kualitas pendidikan di Jakarta,” jelasnya.

 

Adib juga mencatat bahwa rencana ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pihak pemerintah daerah. "Kami sudah mengajukan proposal dan bersiap untuk meninjau lokasi potensial di Cengkareng. Dengan dukungan dari Sekda dan pemangku kepentingan lainnya, kami optimis rencana ini dapat segera terwujud," tambahnya.

 

Sebagai penutup, Adib menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan revitalisasi layanan keagamaan dan pendidikan di Jakarta. "Dengan bimbingan dari pihak Sekda dan upaya kolaboratif lainnya, kami yakin upaya ini akan membawa dampak positif bagi generasi penerus Jakarta. Semoga semua mendapat kelancaran," pungkasnya.

 

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI, Marullah Matali bahwa keberadaan KUA yang saat ini ada di 39 lokasi difasilitasi oleh pemerintah daerah, sehingga revitalisasinya menjadi tanggung jawab bersama.

 

“KUA sangat penting bagi masyarakat yang ingin mengurus berbagai keperluan administratif, seperti pernikahan. Jika kita tidak memberikan dukungan dalam bentuk infrastruktur yang memadai, kita akan kehilangan salah satu layanan dasar bagi warga,” ungkapnya.

 

Selain revitalisasi KUA, Marullah juga menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas madrasah di Jakarta. Sehingga diperlukan sinergi dalam penguatan anggaran dan peningkatan fasilitas pendidikan madrasah.

 

“Saya berharap perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan madrasah semakin meningkat., karena madrasah memiliki peran penting dalam menciptakan generasi yang berakhlak dan terdidik,” jelasnya.

 

Marullah menyadari ada tantangan dalam memastikan akses pendidikan bagi warga Jakarta, khususnya yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu. “Kami akan berupaya agar sebanyak mungkin tempat di madrasah ini diisi oleh anak-anak dari DKI, sehingga mereka mendapatkan pendidikan yang baik dan tepat sesuai kebutuhan mereka,” tambahnya.

 

Diakhir pertemuannya, Marullah Matali mengingatkan bahwa semua upaya ini harus dilakukan dengan semangat kolaborasi dan penguatan kebijakan. “Segala inisiatif ini bukan hanya untuk kepentingan administrasi, tetapi lebih kepada memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kami siap melakukan langkah-langkah penting dan konkret dengan dukungan semua pihak untuk mewujudkan layanan terbaik bagi masyarakat Jakarta,” pungkasnya.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor