Jakarta (Humas MIN 14 Jakarta) — Fenomena rasa tersisih di kalangan anak sekolah dasar akibat penggunaan media sosial menjadi fokus penelitian Tim Riset 2026 MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif. Melalui riset tersebut, mereka berhasil meraih Gold Medal pada kategori Social Science dalam ajang Jakarta International Science Fair (JISF) 2026. Penghargaan diumumkan pada Awarding Ceremony di i3L University, Jakarta Timur, Senin (27/04/2026).
Tim mengangkat judul penelitian “Why Do Kids Feel Left Out? Exploring Social Media FOMO in Elementary Students” yang mengkaji fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau perasaan takut tertinggal yang mulai dirasakan oleh siswa usia sekolah dasar.
Penelitian ini menyoroti dampak penggunaan media sosial terhadap kondisi emosional anak, khususnya ketika mereka merasa tidak terlibat dalam aktivitas yang dilihat di dunia maya. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap perkembangan sosial, rasa percaya diri, hingga kesehatan mental anak.
Dengan pendekatan sederhana, para siswa melakukan observasi dan pengumpulan data dari lingkungan sekitar menggunakan aplikasi FOMO Detector. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan media sosial yang tidak terkontrol dapat memicu kecemasan, rasa minder, serta perasaan tidak diterima dalam lingkungan pergaulan.
Tim riset ini terdiri dari enam siswa, yaitu Labibah Zakiyya, Derania Arreta Salsabila, Lashira Azkadina Rizki, Nafis Aulia Zahra, Abrisam Baarigh Wigati Handoyo, dan Muhammad Zein Umar Al-Kindi. Mereka bekerja sama sejak tahap perumusan ide hingga presentasi hasil penelitian di hadapan dewan juri internasional.
Salah satu anggota tim, Kiyya, mengungkapkan bahwa topik penelitian ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. “Kami sering melihat teman-teman merasa sedih karena tidak ikut kegiatan yang ada di media sosial. Dari situ kami ingin mencari tahu lebih dalam,” ujarnya.
Pembimbing riset, Marwiyah, menjelaskan bahwa tema ini dipilih karena relevan dengan kondisi anak masa kini. “Anak-anak sudah sangat dekat dengan media sosial. Penting bagi mereka memahami dampaknya, termasuk dari sisi emosional,” jelasnya.
Senada dengan itu, pembimbing lainnya, Rizki, menambahkan bahwa proses penelitian ini juga melatih kepekaan sosial siswa. “Mereka belajar mengamati, mendengar, dan menyimpulkan. Yang terpenting adalah proses berpikir kritis yang berkembang,” ungkapnya.
Kepala MIN 14, Ru’yat Ismail, mengapresiasi capaian tersebut. “Prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat internasional. Kami bangga atas kerja keras siswa dan dedikasi para pembimbing,” tuturnya.
Sementara itu, Diah yang turut mendampingi siswa dalam persiapan presentasi berbahasa Inggris menilai pengalaman ini sangat berharga. “Anak-anak belajar percaya diri dalam menyampaikan ide di depan audiens internasional. Ini menjadi bekal penting bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Prestasi ini semakin menegaskan komitmen MIN 14 Jakarta dalam mengembangkan potensi siswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam kemampuan riset, komunikasi, dan kepekaan terhadap isu sosial di era digital. (dm)