Jakarta (Humas MAN 7 Jakarta) — MAN 7 Jakarta menggelar kegiatan kajian pagi bertajuk Taklim Muta’allim dengan tema “Takzimul Ilmu”, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta didik kelas X dan XI serta guru dan tenaga kependidikan (GTK) sebagai bagian dari penguatan karakter dan pembiasaan akhlak mulia di lingkungan madrasah.
Kajian disampaikan oleh Mansur Elbaqi. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu, khususnya sikap menghormati ilmu dan memuliakan guru sebagai kunci keberkahan ilmu pengetahuan.
“Mengagungkan ilmu dan mengagungkan gurunya adalah kunci keberkahan ilmu. Ilmu yang tidak diagungkan tidak akan membekas dalam diri manusia,” ujar Mansur Elbaqi di hadapan peserta kajian.
Dalam penyampaiannya, ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW, “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim No. 2699). Hadis tersebut menjadi pengingat bagi peserta didik agar terus semangat dalam menuntut ilmu dengan niat yang baik dan penuh kesungguhan.
Selain itu, Mansur Elbaqi mengingatkan pentingnya menjaga dan mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ilmu bukan sekadar untuk dihafal, tetapi harus dijaga kehormatannya dan diamalkan agar memberikan manfaat dunia dan akhirat.
“Ilmu diletakkan di dada, bukan di punggung. Artinya, ilmu harus dijaga, diamalkan, dan dihormati agar membawa manfaat bagi kehidupan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan hadis lain tentang kemuliaan orang berilmu, yakni “Keutamaan orang berilmu dibanding ahli ibadah seperti rembulan pada malam purnama terhadap seluruh bintang-bintang” (HR. Abu Dawud). Menurutnya, orang yang memuliakan ilmu akan dimuliakan oleh Allah SWT.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Humas MAN 7 Jakarta Sopyan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan program Kementerian Agama Republik Indonesia dalam penguatan pendidikan karakter dan pembiasaan akhlak mulia di lingkungan madrasah.
“Kegiatan ini sejalan dengan program Kementerian Agama dalam penguatan pendidikan karakter dan pembiasaan akhlak mulia, agar siswa MAN 7 Jakarta menjadi generasi berilmu, beradab, dan berprestasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan kajian rutin tersebut, Kamad MAN 7 Jakarta berharap dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan sikap hormat terhadap ilmu serta guru dalam kehidupan sehari-hari.