Jakarta (Humas MAN 24 Jakarta) — Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Jakarta Timur 2 menggelar kegiatan Penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Kurikulum Madrasah Berdampak di MAN 24 Jakarta, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarmadrasah untuk menyusun program kerja dan pengembangan kurikulum yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan serta memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat.
Kegiatan diikuti oleh para kepala madrasah dan wakil kepala madrasah bidang akademik dari madrasah negeri maupun swasta yang tergabung dalam KKM Jakarta Timur 2, meliputi wilayah Pasar Rebo, Ciracas, dan Kramat Jati. Turut hadir Pengawas Madrasah, Susiana Manisih, serta Ketua KKM Jakarta Timur 2, Aceng Sollihin.
Dalam suasana yang penuh semangat kolaborasi, para peserta berdiskusi dan bertukar gagasan untuk menyusun Rencana Kerja Tahunan yang terarah serta merancang kurikulum yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa kini. Pembahasan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, pengembangan kompetensi peserta didik, dan kontribusi madrasah terhadap lingkungan serta masyarakat.
Ketua KKM Jakarta Timur 2, Aceng Sollihin, menegaskan bahwa perencanaan yang matang merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan program-program madrasah yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Rencana Kerja Tahunan yang disusun secara kolaboratif akan menjadi pedoman strategis bagi madrasah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Melalui perencanaan yang baik, madrasah akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dan perubahan di dunia pendidikan,” ujarnya.
Menurut Aceng, sinergi yang terbangun antaranggota KKM menjadi modal penting untuk menghadirkan inovasi dan memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan madrasah. Dengan kolaborasi yang solid, setiap madrasah dapat saling berbagi praktik baik dan pengalaman dalam mengelola program pendidikan.
Sementara itu, Pengawas Madrasah, Susiana Manisih, memberikan penguatan terkait implementasi Kurikulum Madrasah Berdampak. Ia menekankan bahwa kurikulum harus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, relevan dengan kebutuhan peserta didik, serta memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka.
“Kurikulum harus menjadi instrumen perubahan yang mendorong lahirnya peserta didik yang berkarakter, kompeten, dan mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Karena itu, pembelajaran harus dirancang agar tidak hanya menghasilkan capaian akademik, tetapi juga pengalaman belajar yang berdampak,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh madrasah untuk terus berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada penguatan karakter serta keterampilan abad ke-21.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh madrasah yang tergabung dalam KKM Jakarta Timur 2 memiliki kesamaan arah dalam menyusun program kerja dan mengembangkan kurikulum yang berkualitas. Keselarasan tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan.
Semangat kebersamaan, kolaborasi, dan komitmen yang terbangun selama kegiatan menjadi fondasi kuat bagi KKM Jakarta Timur 2 untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan perencanaan yang terukur dan kurikulum yang berdampak, madrasah di wilayah Jakarta Timur diharapkan semakin mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan madrasah terhadap transformasi pendidikan yang terus didorong Kementerian Agama, yakni menghadirkan madrasah yang inovatif, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan bangsa. (Humas)