Jakarta (Humas MIN 12 Jakarta) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri 12 Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan madrasah ramah lingkungan melalui pembuatan vertical garden atau taman vertikal di lingkungan madrasah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (30/5/2026) ini menjadi bagian dari implementasi program pelestarian lingkungan berbasis ekoteologi yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap alam.
Pemanfaatan taman vertikal dipilih sebagai solusi inovatif untuk menghadirkan ruang hijau di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Dinding-dinding kosong di area madrasah disulap menjadi hamparan tanaman hijau yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat edukatif bagi warga madrasah.
Kepala MIN 12 Jakarta, Hairunnisa, mengatakan bahwa program tersebut merupakan wujud nyata tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Menurutnya, pendidikan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari karakter peserta didik.
“Kami ingin mengajarkan kepada para siswa bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari manifestasi keimanan. Melalui vertical garden ini, siswa tidak hanya belajar tentang keindahan lingkungan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga alam sebagai amanah yang harus dirawat bersama,” ujar Hairunnisa.
Selain mempercantik lingkungan madrasah, taman vertikal juga memiliki berbagai manfaat strategis. Keberadaannya menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa untuk mengenal berbagai jenis tanaman serta memahami cara perawatannya. Taman ini juga berfungsi sebagai penyaring udara alami yang membantu meningkatkan kualitas udara dan mengurangi suhu panas di sekitar ruang kelas sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman.
Lebih dari itu, pengelolaan taman vertikal menjadi media pembentukan karakter bagi peserta didik. Melalui kegiatan perawatan tanaman yang dilakukan secara berkala, siswa dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kegiatan ini melibatkan sinergi antara pihak madrasah, guru, dan siswa dalam mewujudkan lingkungan belajar yang hijau, sehat, dan berkelanjutan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam proses pembuatan taman vertikal menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan madrasah.
Melalui program berbasis ekoteologi ini, MIN 12 Jakarta berharap dapat melahirkan generasi yang unggul secara akademik, kuat dalam nilai-nilai spiritual, serta memiliki kesadaran ekologis yang tinggi. Upaya tersebut sekaligus mendukung terwujudnya madrasah yang adaptif terhadap tantangan lingkungan dan berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.
Inovasi yang dilakukan MIN 12 Jakarta diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain, khususnya di wilayah perkotaan, untuk terus menghadirkan berbagai program kreatif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun masa depan yang lebih hijau. (Humas)